Khamis, 31 Ogos 2017

Ganjaran Untuk Isteri Yang Solehah

a) “Sekali suami minum air yang disediakan oleh isterinya adalah lebih baik dari berpuasa setahun”.


b) “Makanan yang disediakan oleh isteri kepada suaminya lebih baik dari isteri itu mengerjakan haji dan umrah”


c) “Mandi junub si isteri disebabkan jimak oleh suaminya lebih baik baginya daripada mengorbankan 1,000 ekor kambing sebagai sedekah kepada fakir miskin”.


d) “Apabila isteri hamil ia dicatitkan sebagai seorang syahid dan khidmat kepada suaminya sebagai jihad”.


e) “Pemeliharaan yang baik terhadap anak-anak adalah menjadi benteng neraka, pandangan yang baik dan harmonis terhadap suami adalah menjadi tasbih (zikir)”.


f ) “Tidak akan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya”.


g) “Apabila meninggal dunia seorang dan suaminya redha, nescaya ia dimasukkan ke dalam syurga”. (Hadis Riwayat Tarmizi)


h) “Seseorang wanita apabila ia mengerjakan sembahyang yng difardhukan ke atasnya, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatan dirinya dan taat kepada suaminya maka berhaklah ia masuk syurga dari mana-mana pintu yang ia suka”

Rabu, 30 Ogos 2017

Kesukaan Lelaki Pada Wanita

Cinta adalah fitrah manusia. Cinta juga salah satu bentuk kesempurnaan penciptaan yang Allah berikan kepada manusia. Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada banyak hal. Salah satunya cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian juga sebaliknya.

Rasa cinta dapat menjadi anugerah jika caranya sesuai dengan bingkai nilai-nilai ilahiyah. Namun, perasaan cinta dapat membawa manusia ke jurang kenistaan apabila digemburkan demi kesenangan semata dan dikendalikan nafsu liar.


Islam sebagai syariat yang sempurna, memberi koridor bagi penyaluran fitrah ini. Apalagi cinta yang kuat adalah salah satu tenaga yang dapat menguatkan hubungan seorang lelaki dan wanita dalam mengharungi kehidupan rumah tangga. Karena itu, seorang lelaki yang soleh tidak lari daripada proses memilih wanita untuk dijadikan pendamping hidupnya.


Ada banyak faktor yang boleh menjadi sebab munculnya rasa cinta seorang lelaki kepada wanita untuk diperisterikan. Antaranya adalah seperti di bawah ini.


1. Karena akidahnya yang Sahih


Keluarga adalah salah satu benteng akidah. Sebagai benteng akidah, keluarga harus benar-benar kukuh dan tidak dapat ditembus. Jika rapuh, maka rosaklah segala-galanya dan seluruh anggota keluarga tidak mungkin selamat dunia-akhirat. Dan faktor penting yang dapat membantu seorang lelaki menjaga kekukuhan benteng rumah tangganya adalah isteri solehah yang berakidah sahih serta benar-benar faham akan peranan dan fungsinya sebagai madrasah bagi calon pemimpin umat generasi mendatang.


Allah menekankan hal ini dalam firmanNya,


“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita hamba yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya hamba yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 221)


2. Karena faham agama dan mengamalkannya


Ada banyak hal yang membuat seorang lelaki mencintai wanita. Ada yang karena kecantikannya semata. Ada juga karena status sosialnya. Tidak sedikit lelaki menikahi wanita karena wanita itu kaya. Tetapi, kata Rasulullah yang beruntung adalah lelaki yang mendapatkan wanita yang faqih dalam urusan agamanya. Itulah wanita dambaan lelaki soleh.


Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda,


“Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita solehah), kamu akan beruntung.” (Bukhari dan Muslim)


Rasulullah saw. juga menegaskan,


“Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang solehah.” (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasa’i).


Jadi, hanya lelaki yang tidak berakal yang tidak mencintai wanita solehah.


3. Dari keturunan yang baik


Rasulullah saw. sering menasihati lelaki yang soleh untuk memilih wanita yang solehah.


“Jauhilah rumput hijau sampah!” Mereka bertanya, “Apakah rumput hijau sampah itu, ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Wanita yang baik tetapi tinggal di tempat yang buruk.” (Daruquthni, Askari, dan Ibnu ‘Adi)


Karena itu Rasulullah saw. memberi tuntunan kepada kaum lelaki yang beriman untuk selektif dalam mencari isteri. Bukan saja harus mencari wanita yang tinggal di tempat yang baik, tapi juga yang mempunyai keturunan dan saudara-saudara yang baik kualitinya.


“Pilihlah yang terbaik untuk nutfah-nutfah kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan (wanita-wanita) dan nikahilah (wanita-wanitamu) kepada mereka (lelaki yang sepadan),” kata Rasulullah. (Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim, dan Baihaqi).


“Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu, karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai bapa saudaranya,” begitu perintah Rasulullah saw. lagi. “Nikahilah di dalam “kamar” yang solih, karena perangai orang tua (keturunan) itu menurun kepada anak.” (Ibnu ‘Adi)


Karena itu, Utsman bin Abi Al-’Ash Ats-Tsaqafi menasihati anak-anaknya agar memilih benih yang baik dan menghindari keturunan yang jelek.


“Wahai anakku, orang menikah itu laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik meskipun agak lama.”


4. Masih gadis


Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang gadis lebih murni karena tidak pernah berkongsi dengan orang lain, kecuali suaminya.


Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan menikah dengan gadis.


“Hendaklah kalian menikah dengan gadis, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih mudah mempunyai keturunan, lebih sedikit kamarnya dan lebih mudah menerima yang sedikit,” begitu sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi.


Tentang hal ini A’isyah pernah menanyakan langsung ke Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai; di manakah engkau akan menggembalakan untamu?” Nabi menjawab, “Pada yang belum pernah digembalai.” Lalu A’isyah berkata, “Itulah aku.”


Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan mengukuhkan pertahanan dan kesucian. Namun, dalam kondisi tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi seorang gadis. Ini terjadi kepada seorang sahabat bernama Jabir.


Rasulullah saw. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa bertanya Jabir, “Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Jabir menjawab, “Sudah, ya Rasulullah.” Beliau bertanya, “Janda atau perawan?” Jabir menjawab, “Janda.” Beliau bersabda, “Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra bersamanya?” Jabir menjawab, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah gugur di medan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.” Nabi bersabda, “Engkau benar, insya Allah.”


5. Sihat jasmani dan penyayang


Sahabat Ma’qal bin Yasar berkata,


“Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, “Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak dapat melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya?” Beliau menjawab, “Jangan.” Selanjutnya ia pun menghadap Nabi saw. untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi saw. tetap mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya, lalu Nabi saw. bersabda, “Nikahilah wanita yang banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain.” (Abu Dawud dan Nasa’i)


Karena itu, Rasulullah menegaskan,


“Nikahilah wanita-wanita yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain.” (Abu Daud dan An-Nasa’i)


6. Berakhlak mulia


Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Muluk mengutip perkataan Umar bin Khattab tentang memilih isteri yang baik merupakan hak anak atas ayahnya,


“Hak seorang anak yang pertama sekali adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Iaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mental yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan.”


7. Lemah-lembut


Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari A’isyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,


“Wahai A’isyah, bersikap lemah lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri mereka.”


8. Menyejukkan pandangan


Rasulullah saw. bersabda,


“Tidakkah mahu aku khabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? (Iaitu) wanita solehah adalah wanita yang jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah dia mentaatinya, dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya.” (Abu daud dan An-Nasa’i)


“Sesungguhnya sebaik-baik wanitamu adalah yang beranak, besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa tegar terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, penghias bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan dan perintah suaminya dan bila berdua dengan suami dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya serta tidak berlaku seolah seperti lelaki terhadap suaminya,” begitu kata Rasulullah saw. lagi.


Maka tidak hairan jika Asma’ binti Kharijah mewasiatkan beberapa hal kepada putrinya yang hendak menikah.


“Engkau akan keluar dari kehidupan yang di dalamnya tidak terdapat keturunan. Engkau akan pergi ke tempat tidur, di mana kami tidak mengenalinya dan teman yang belum tentu menyayangimu. Jadilah kamu seperti bumi bagi suamimu, maka ia laksana langit. Jadilah kamu seperti tanah yang datar baginya, maka ia akan menjadi penyangga bagimu. Jadilah kamu di hadapannya seperti budak perempuan, maka ia akan menjadi seorang hamba bagimu. Janganlah kamu menutupi diri darinya, akibatnya ia boleh melemparmu. Jangan pula kamu menjauhinya yang bisa mengakibatkan ia melupakanmu. Jika ia mendekati kepadamu, maka kamu harus lebih mengakrabinya. Jika ia menjauh, maka hendaklah kamu menjauh darinya. Janganlah kamu menilainya kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan janganlah kamu mendengarkannya kecuali kamu menyemak dengan baik dan jangan kamu melihatnya kecuali dengan pandangan yang menyejukan.”


9. Realisti dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajipan


Salah satu sifat terpuji seorang wanita yang patut dicintai seorang lelaki shalih adalah qana’ah. Bukan saja qana’ah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an, tetapi juga qana’ah dalam menerima pemberian suami.


“Sebaik-baik istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar. Engkau senang bila memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya.” Karena itu tak heran jika acapkali melepaskan suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki, mereka berkata, “Jangan engkau mencari nafkah dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.”


Kata Rasulullah,


“Istri yang paling berkat adalah yang paling sedikit biayanya.” (Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi dari A’isyah r.a.)


Tapi, “Para wanita mempunyai hak sebagaimana mereka mempunyai kewajipan menurut kemampuan dan kewajaran,” begitu firman Allah swt. di surah Al-Baqarah ayat 228. Pelayanan yang diberikan seorang isteri sebanding dengan jaminan dan nafkah yang diberikan suaminya. Ini perintah Allah kepada para suami, “Berilah tempat tinggal bagi perempuan-perempuan seperti yang kau tempati. Jangan kamu sakiti mereka dengan maksud menekan.” (At-Thalaq: 6)


10. Menolong suami dan mendorong keluarga untuk bertakwa


Isteri yang solehah adalah harta simpanan yang sesungguhnya yang dapat kita jadikan tabung di dunia dan akhirat.


Iman Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan, “Ketika turun ayat ‘walladzina yaknizuna… (orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, “Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta yang lebih baik, tentu akan kami ambil”. Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Yang lebih utama lagi adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan isteri solehah yang akan membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.”


11. Mengerti kelebihan dan kekurangan suaminya


Nailah binti Al-Farishah Al-Kalbiyah adalah seorang gadis muda yang dinikahkan keluarganya dengan Utsman bin Affan yang berusia sekitar 80 tahun. Ketika itu Utsman bertanya,


“Adakah kamu suka dengan ketuaanku ini?”


“Saya adalah wanita yang menyukai lelaki dengan ketuaannya,” jawab Nailah.


“Tapi ketuaanku ini terlalu renta.”


Nailah menjawab, “Engkau telah habiskan masa mudamu bersama Rasulullah saw. dan itu lebih aku sukai dari segala-galanya.”


12. Pandai bersyukur kepada suami


Rasulullah saw. bersabda,


“Allah tidak akan melihat kepada seorang isteri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat memerlukannya” (An-Nasa’i).


13. Cerdas dan bijak dalam menyampaikan pendapat


Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu menyiapkan unta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi, para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum muslimin.


Rasulullah saw. menemui Ummu Salamah dan berkata,


“Orang Islam telah rosak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan mereka, tetapi mereka tidak mahu mengikuti.”


Dengan kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, “Ya Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.”


Subhanallah, Ummu Salamah benar. Rasulullah keluar, bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkat dari wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita seperti inilah yang patut mendapat cinta dari seorang lelaki yang Soleh.


Selasa, 29 Ogos 2017

♥ 5 PESANAN BUAT ISTERI ♥

1. Hidupkan Bacaan Hadis Nabi saw di rumah dengan keluarga.
Dianjur baca Hadis Fadhilat Amal. Ini amalan sahabiah zaman
Nabi saw sehingga dari rumah kita keluar anak-anak yg soleh
yg mendoakan kesejahteraan kedua ibubapa dunia/akhirat.


2. Baca Al Quran setiap hari walaupun hanya 8 ayat. Kalau tak
mampu nak baca kerana terlalu sibuk, cukup dengan mencium
Al Quran dan muhasabah 'Ya Allah, apa dosa saya hingga saya
tak dapat nak baca kitab Mu pada hari ini."


3. Mendidik anak secara Islam. Mengajar anak-anak dari kecil bermula
dengan doa-doa masnun. Iaitu doa seharian Nabi saw saperti doa tidur,
bangun tidur, makan dan sebagainya.


4. Hidup sederhana dengan tidak membebankan suami.
Setiap hari malaikat akan menghantar 500 jambangan bunga dari syurga
untuk wanita yg hidup sederhana. Setiap titisan air masakan dan basuhan
mereka akan menjadi zikir mohon keampunan kepada Allah swt atas wanita
tersebut.


5. Galak suami untuk bermujahadah atas Agama Allah.
Seorang isteri yg menggalakan suaminya untuk solat berjemaah di
Masjid/Surau akan dapat pahala berjemaah suaminya termasuk solat dia
sendiri.

Isnin, 28 Ogos 2017

~Hampir menjual harga sebuah Iman dengan 20 sen~



Tersebut kisah ada seorang Imam yang telah dipanggil ke suatu tepat untuk menjadi Imam tetap di sebuah masjid. Telah menjadi kebiasaan Imam tersebut selalu menaiki bas untuk pergi ke masjid.


Pada suatu hari, selepas Imam tersebut membayar tambang dan duduk di dalam bas, dia tersedar yang pemandu bas tersebut telah memulangkan wang... baki yang lebih daripada yang sepatutnya sebanyak 20 sen.

Sepanjang perjalanan Imam tersebut memikirkan tentang wang 20 sen tersebut.

"Perlukah aku memulangkan 20 sen ni?" Imam tersebut bertanya kepada dirinya.

"Ah... syarikat bas ni dah kaya... setakat 20 sen ni.. nak beli tosei pun tak cukup," hati kecilnya berkata-kata.

Apabila tiba di hadapan masjid, Imam tersebut menekan loceng dan bas tersebut pun berhenti.

Ketika Imam tersebut ingin turun sahaja daripada bas, tiba-tiba seakan-akan dirinya secara automatik berhenti dan berpaling ke arah pemandu bas tersebut sambil memulangkan wang 20 sen tersebut.

"Tadi kamu beri saya wang baki terlebih 20 sen", kata Imam tersebut kepada pemandu bas tersebut.

"Owh... terima kasih! Kenapa awak pulangkan 20 sen ni.. kan sedikit je nilainya," pemandu bas tersebut berkata.

Imam tersebut menjawab, "Wang tersebut bukan milik saya, sebagai seorang muslim saya perlu berlaku jujur."

Pemandu bas tersebut tersenyum, dan berkata, "Sebenarnya saya sengaja memberi wang baki yang lebih sebanyak 20 sen ni, saya nak uji kejujuran kamu wahai Imam. Saya sudah berkali-kali berfikir untuk memeluk Islam."

Imam tersebut turun dari bas dan seluruh jasadnya menggigil dan kesejukan. Imam tersebut berdoa sambil menadah tangan, "Astaghfirullah!!! Ampunkan daku Ya Allah... Aku hampir-hampir menjual harga sebuah Iman dengan 20 sen!!!"

--------

p/s: Berapa ramai antara kita, keluarga kita, sahabat2 kita yang selamba menjual iman dan maruah islam dengan harta dunia?

kredit : syahirul.com via facebook

Ahad, 27 Ogos 2017

9 Golongan Manusia Yang Solat Tidak Diterima Allah

Solat merupakan tiang agama bagi seseorang mukmin. Ibarat sebuah rumah, jika tiada tiang yang kukuh maka akan roboh lah rumah itu. Rasulullah S.A.W. telah bersabda yang bermaksud: “Sesiapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya.” (Tabyinul Mahaarim)

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa : “10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya :


1. Orang lelaki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.


2. Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.


3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.


4. Orang lelaki yang melarikan diri.


5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).


6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.


7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.


8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.


9. Orang-orang yang suka makan ‘riba’.


Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : “Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah.”


Hassan r.a berkata : “Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat. Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk.”


Sabtu, 26 Ogos 2017

Sifat-Sifat Munafik

Munafik adalah golongan manusia yang pada zahirnya menyatakan dan menunjukkan kebaikan tetapi menyembunyikan kejahatan.
Munafik adalah golongan manusia yang berpura-pura,yang nampaknya seperti seorang muslim sebenar kerana ia mengakui sebagai orang Islam dan mengerjakan segala yang disuruh.tetapi disebalik pandangan orang ia melakukan keengkaran kepada AllahMereka melakukan pendustaan terhadap Allah dan rasulNya. Kedudukan mereka adalah lebih buruk dari kafir.

Orang munafik ini tidak dapat dikenali dengan pandangan mata tetapi dapat dikenali dengan sifat-sifat yang ada pada mereka.Antaranya ialah:

1.MELAKUKAN KEBINASAAN DI MUKA BUMI
Firman Allah:
"Apabila dikatakan kepada mereka itu,janganlah kamu membuat kebinasaan(kemungkaran)di muka bumi,mereka menjawab;sesungguhnya kami orang-orang yang hanya membuat kebajikan.Ketahuilah bahawa sesungguhnya mereka ialah sebenar-benar orang yang membuat kebinasaan(kemungkaran)tetapi mereka tidak menyedarinya" Al Baqarah 11-12

Mereka melakukan kerosakan dan kejahatan dengan berbagai alasan seperti riba yang dikatakan untuk meninggikan ekonomi masyarakat,perkara yang membawa kepada zina dengan alasan untuk muslihat umum,melakukan perkara yang haram dengan alasan untuk membantu masyarakat dan sebagainya.

2.MENUDUH ORANG MUKMIN ITU ****H
Firman Allah:
"Apabila dikatakan kepada mereka,berimanlah kamu sebagaimana orang ramai beriman,jawab mereka:adakah patut kami beriman sebagaimana orang-orang yang ****h itu?Ketahuilah sesungguhnya merekalah orang-orang yang benar-benar ****h tetapi mereka tidak mengetahuinya." Al Baqarah ayat 13

Orang munafik yang terutama mereka yang mempunyai kuasa dan kekayaan selalu merasakan bahawa mereka tidak perlu percaya kepada yang ghaib.Mereka lebih berpegang kepada akal fikiran,lojik akal dan mengangggap peraturan Allah dan sunnah Rasul adalah remeh dan tidak sesuai.

3.MALAS MENUNAIKAN IBADAT

Firman Allah:
"Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang melainkan dengan perasaan malas sekali,dan tidak membelanjakan harta mereka pada jalan Allah melainkan dengan rasa amat berat ." At Taubah ayat 54

4.BERHUKUM KEPADA YANG LAIN DARI PERATURAN ALLAH DAN RASUL
Firman Allah:
"Dan apabila dikatakan kepada mereka,marilah kamu supaya berhukum kepada apa yang diturunkan oleh Allah(dalam Al Quran)dan kepada hukum-hukum yang dinyatakan oleh Rasul,nescaya engkau lihat golongan munafik itu menghalang engkau dengan halangan yang bersungguh-sungguh.Tetapi bilamana mereka ditimpa kemalangan disebabkan kesalahan mereka sendiri,mereka akan datang kepadamu,seraya bersumpah dengan nama Allah
'kami sekali-kali tidak menghendaki kejahatan,melainkan kebaikan dan perdamaian'."
An Nisa ayat 62

Golongan munafik selalu mendakwa mereka adalah orang Islam yang percaya kepada Allah dan Rasul tetapi apabila tiba pada soal nak melaksanakan perintah Allah,mereka rasa amat berat melakukan,berdolak-dalik dan akhirnya membenci hukum-hukum yang ditetapkan oleh Allah.Mereka lupa pada Allah pada masa mereka berkuasa dan berada,tetapi bila ditimpakan kesusahan kepada mereka,maka mereka seolah-olah menyesal.

5.BANYAK BERSUMPAH
Firman Allah:
"Dan orang-orang munafik itu bersumpah dengan nama Allah bahawa mereka dari golongan kamu,pada hal mereka bukan dari golongan kamu,tetapi mereka adalah kaum pengecut(tidak berani terus terang kekafiran mereka).Sekiranya mereka mendapat tempat perlindungan,atau gua-gua atau lubang-lubang dalam tanah,nescaya mereka akan melompat kedalamnya." At Taubah ayat 56-57
Mereka menjadikan sumpah mereka dengan nama Allah untuk melindungi kepura-puraan mereka.

6.MENYURUH YANG MUNGKAR DAN MENCEGAH YANG MAARUF
Firman Allah;
"Orang-orang munafik lelaki dan munafik perempuan,sesetengah mereka itu daripada setengah yang lain sama sikapnya,masing- masing mereka menyuruh melakukan yang mungkar,dan melarang daripada melakukan kebajikan,dan mereka juga bakhil,mereka tidak menghiraukan Allah,dan Allah juga tidak menghiraukan mereka,sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang fasik."
At Taubah ayat 67

7.MERABA-RABA MENCARI KEBENARAN
Sabda Rasulullah:
"Perumpamaan orang munafik seperti keadaan kambing yang bingung antara dua kumpulan kambing,sekali mengikut kumpulan ini dan sekali lagi mengikut kumpulan yang lain dalam keadaan tak tentu arah." Riwayat Muslim

Mereka seolah-olah meraba mencari kebenaran sedangkan kebenaran sudah nyata di depan mata mereka tetapi mereka tidak mahu menerimanya kerana mereka masih menurut nafsu syaitan dan mahukan hukum yang sesuai dengan kehendak nafsu mereka.

8.BAKHIL BERBELANJA DI JALAN ALLAH DAN MENGHALANG ORANG LAIN
Dalam ayat 7 surah Munafiqun Allah menjelaskan sifat orang munafik sebagai bakhil dan menghalang orang lain dari berbelanja di jalan Allah.Mereka mengharapkan dengan cara ini usaha menggerakkan Islam akan gagal.
Dalam masyarakat kita memang terdapat golongan begini yang bukan sahaja tidak mahu menyumbang pada usaha ke arah Islam tetapi mengeji dan memburukkan usaha tersebut agar orang lain juga tidak menyumbang.

9.BERUNDUR DARI KERJA JIHAD
Orang munafik sentiasa mencari jalan untuk mengelak dari kerja jihad seperti yang dijelaskan Allah dalan Surah At Taubah ayat 49.Mereka akan memberikan berbagai alasan seperti perniagaan dan pekerjaan yang tidak boleh ditinggalkan,keluarga dan sebagainya.
Berapa ramai manusia Islam hari ini yang bila diajak melakukan kerja jihad untuk Islam akan berbuih-buih mulutnya memberikan alasan.

10.MENGHINA ORANG YANG MEMPERJUANGKAN KEBENARAN

Dalam ayat 58 Surah At Taubah dijelaskan tabiat orang munafik yang sentiasa mengumpat dan memburukkan orang-orang yang berjuang menegakkan kebenaran dengan tujuan untuk menggagalkan mereka .Golongan munafik ini akan mencari apa juga kelemahan dan kecacatan pejuang Islam untuk difitnah dan diburukkan.
Dalam masyarakat kita hari ini, memang ramai manusia bersifat begini.Meskipun kerja baik yang dibuat di masjid,tetaplah mereka akan mencari jalan untuk menyatakan buruknya. Mereka inilah orang munafik!

11.MEMENTINGKAN BALASAN DUNIA
Orang-orang munafik sentiasa sentiasa mempersoalkan keuntungan dunia lebih dahulu daripada keuntungan akhirat.(rujuk At Taubah ayat 42)Dengan itu setiap seruan dan ajakan kepada mereka akan ditanya terlebih dahulu apakah ia membawa keuntungan kebendaan.Jika ia membawa keuntungan akhirat sahaja,maka berbagai alasan akan diberi untuk mengelaknya apalagi jika usaha berkenaan akan mengorbankan harta benda dan tenaganya.

Demikianlah sebahagian dari sifat dan perlakuan orang munafik yang kalau direnungkan memang ramai di kalangan orang yang mengaku dirinya Islam pada hari ini. Kerana ramainya mereka maka Allah telah menyatakan kedudukan mereka yang khas dalam neraka iaitu neraka paling bawah yang lebih dahsyat tempatnya dari kafir penyembah berhala.

Mereka sepatutnya tidak menjadi pemimpin, tidak perlu diberi penghormatan dalam masyarakat, tidak pandangan dan fikirannya dipedulikan dalam urusan masyarakat bahkan sepatutnya disisih dari masyarakat Islam.Tetapi kerapkali merekalah yang melonjak-lonjak dalam masyarakat.Mereka dihormati walaupun asyik di kedai kopi,meninggalkan solat, melakukan maksiat,membenci masjid dan programnya, menentang gerakan kebangkitan Islam dan sebagainya.


Jumaat, 25 Ogos 2017

Istinjak

Istinjak dari segi bahasa ialah putus. Manakala dari segi syarak pula ialah menghilangkan najis daripada kemaluan dengan menggunakan air, batu, atau kedua-duanya, atau sesuatu yang dibolehkan syara’ untuk bersuci.


Menurut Dr. Mustofa Al-Khin, Dr. Mustofa Al-Bugho dan Ali Asy-Syarbaji dalam kitab mereka Fikah Al-Manhaji Mazhab Syafie mengatakan bahawa :


“Istinjak ialah menghilangkan najis atau mengurangkannya daripada tempat keluar kencing atau air besar. Perkataan istinjak diambil daripada perkataan an-naja’ iaitu selamat dan terhindar daripada penyakit atau diambil daripada perkataan an-najwah iaitu tanah yang tinggi atau daripada perkataan an-najw iaitu sesuatu yang keluar daripada dubur. Ia dinamakan dengan istinjak di sisi syarak kerana orang yang beristinjak berusaha untuk melepaskan dirinya daripada sesuatu yang menyakitkan. Pada kebiasaannya ia dilakukan di tempat yang tertutup seperti di belakang tanah yang tinggi dan seumpamanya.”


Rumusan dari pendapat di atas mengatakan bahawa istinjak ialah menghilangkan najis ringan atau berat dari tempat keluarnya najis (khubul dan dubur) dengan menggunakan air, batu, kulit kayu atau benda-benda kesat. Tujuan istinjak adalah untuk membolehkan solat atau ibadah lain. Istinjak adalah wajib dilakukan oleh semua umat Islam, sepertimana sabda Rasulullah saw yang bermaksud :


“Bahawa Nabi (s.a.w) melalui dua buah kubur, ketika itu baginda berkata; 'kedua-dua orang ini (yang ada dalam kubur itu) diseksa oleh Allah . Yang seorang diseksa kerana mengumpat-gumpat orang dan yang seorang lagi diseksa kerana tidak beristinjak selepas buang air kecil.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)



Hukum Istinjak


Wajib istinjak dengan air atau dengan batu atau suatu yang keras dan suci dan kesat serta tidak dihormati. Sabda Rasulullah SAW mafhumnya :


“Bahawa Nabi (s.a.w) melalui dua buah kubur, ketika itu baginda berkata; 'kedua-dua orang ini (yang ada dalam kubur itu) diseksa oleh Allah . Yang seorang diseksa kerana mengumpat orang dan yang seorang lagi diseksa kerana tidak beristinjak selepas buang air kecil.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)


Dosa bagi sesiapa yang meninggalkan istinjak dengan sengaja kerana orang tersebut berada didalam kekotoran.



Rukun Istinjak


  1. Islam.
  2. Alat untuk istinjak, seperti air, batu, kertas atau seumpamanya.
  3. Tempat yang diistinja iaitu qubul dan dubur.
  4. Istinjakkan itu membersihkan sesuatu yang keluar daripada dua jalan iaitu qubur atau dubur.


Syarat Istinjak

  1. Menghapuskan rasa najis.
  2. Menghapuskan bau najis.
  3. Menghapuskan warna najis.


Cara Istinjak

  1. Istinjak mestilah 3 kali berturut-turut, jika masih belum suci, boleh diulang lagi basuhan sehingga suci.
  2. Alat dibuat istinjak mestilah melingkupi tempat yang disapu.
  3. Beristinjak mestilah dapat membersihkan tempat najis yang keluar dari kemaluan manusia.
Istinjak Dengan Batu


Menggunakan satu batu besar atau tiga ketul batu, sapukan kepada tempat keluarnya najis iaitu qubur. Jika diulang-ulang di tempat yang sama dengan satu batu, maka wajib beristinjak dengan menggunakan air. Hadis Rasulullah SAW :


“Dikatakan kepada Salman ra : Sesungguhnya Nabi kamu SAW telah mengajar kamu semua perkara termasuk cara membuang air. Lalu dikata : Benar, sesungguhnya baginda melarang kami mengadap kearah kiblat ketika membuang air besar dan kecil, melarang kami beristinjak menggunakan tangan kanan atau istinjak menggunakan kurang dari tiga biji batu atau beristinjak dengan najis atau tulang.” (Riwayat Muslim)


Afdhal beristinjak dahulu dengan tiga biji batu atau tiga bahagian pada satu buji batu yang besar sehingga diyakini bersih, maka dibasuh pula dengan menggunakan air mutlak sehingga bersih pada bahagian kemaluan yang terkena najis tersebut.


Disunatkan setiap bilangan penyucian itu diganjilkan bilangannya seperti 3, 5, 7, 9 dan seterusnya. Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersabda :


“Sesiapa beristinjak dengan batu, maka hendaklah ia ganjilkan bilangannya. Sesiapa yang memperbuat begitu maka sesungguhnya itulah yang lebih baik, tetapi sesiapa yang tidak berbuat begitu maka tidaklah ia berdosa" (Riwayat Ahmad dan Abu Dawud)


Cara Istinjak Dengan Batu

  1. Sunat dimulai dengan menyapu yang pertama pada bahagian hadapan kemaluan yang kanan lalu diedarkan pada tempat permulaan sapuan.
  2. Kemudian mulakan sapuan yang kedua pada bahagian hadapan kemaluan kiri lalu diedarkan kepada tempat permulaan yang disapu.
  3. Sapuan yang ketiga pada hujung dubur atau qubur.
  4. Sunat ketika menyapu dimulai pada tempat yang suci ke tempat yang ada najis secara perlahan-lahan.
  5. Sunat istinjak dengan batu, dahulukan istinjak pada dubur kerana najis pada dubur lebih dahulu kering daripada qubur. Jika najis telah kering, wajib menggunakan air.


Syarat Istinjak Dengan Batu


  1. Najis tersebut tidak terkena tempat lain.
  2. Bagi membuang air besar hendaklah najis tersebut berlemak-lemak, tidak cair atau lembik.
  3. Hendaklah najis itu tidak terkena najis lain ke atasnya. Kalau ia terkena najis lain, maka ia wajib beristinjak dengan menggunakan air mutlak.
  4. Sekurang-kurangnya menggunakan tiga biji batu atau tiga bahagian dari sebiji batu besar. Jika tiga batu masih tiada menyucikan hendaklah ditambah lagi hingga diyakini suci.
  5. Haram beristinjak menggunakan tulang dan najis yang menjadi keras. Begitulah juga haram beristinjak dengan sesuatu yang tertulis perkataan yang dimuliakan seperti ayat Al-Quran, Hadis, ilmu yang bermanfaat, nama-nama nabi-nabi, malaikat dan alim ulamak.


Istinjak Dengan Air Mutlak



Menurut Dato’ Ismail Kamus dan Mohd Azrul Azlen Ab. Hamid dalam bukunya Indahnya Hidup Bersyariat mengatakan bahawa :


“Beristinjak menggunakan air samalah juga dengan menggunakan batu iaitu dibersihkan sehingga hilang bau, rasa, zat dan warnanya.”


Untuk memastikan bersih atau tidak qubul atau dubur, maka boleh dirasakan dengan tangan sendiri, jika ia berasa kesat dan tidak berlendir, maka ia telah dikira bersih dan suci qubul atau dubur. Air merupakan alat yang terbaik untuk beristinjak, kerana air dapat menghilangkan ain, rasa, bau dan warnanya sekali.



Cara Istinjak Dengan Air Mutlak


  1. Tuangkan air dengan menggunakan tangan kanan di atas tempat najis.
  2. Gosok tempat najis dengan menggunakan jari tengah tangan kiri.
  3. Makruh memasukkan jari ke dalam dubur.
  4. Bagi perempuan yang dara semasa beristinjak hendaklah membasuh benda yang zahir pada farajnya ketika ia duduk mencangkung dengan memasukkan sedikit ruas jarinya.
  5. Mendahulukan istinjak pada qubul daripada dubur supaya tidak terpercik najis padanya ketika membasuh dubur.
  6. Sunat selepas istinjak menggosak tangan ke tanah sebelum membasuh tangan.
  7. Sunat ketika istinjak membaca doa.
  8. Tidak sunat mencium tangan selepas istinjak.
  9. Hendaklah hilang ain najis, warna dan rasanya (rasa di tangan). Jika sukar menghilangkan baunya atau warnanya selepas digosak dan dibasuh beberapa kali maka ianya dimaafkan. Bagi memastikan najis telah suci memadai bila merasai kesat pada kulit dubur lelaki dan licin bagi perempuan.
Setelah selesai beristinjak dengan menggunakan air mutlak, batu atau benda-benda kesat, maka disunatkan membaca doa :


“Ya Allah, bersihkan hatiku daripada sifat munafik dan peliharalah kemaluanku daripada kejelekkan (kekotoran).”



Adab Beristinjak


Di sini terdapat etika yang dituntut ke atas setiap muslim supaya melakukannya ketika qada hajat dan beristinjak. Di antara etikanya ialah :


Tempat Menunaikan Hajat

  1. Jalan orang ramai atau tempat mereka duduk atau berkumpul kerana ia boleh menyakitkan mereka. Dari Abu Hurairah ra bahawa Nabi SAW telah bersabda : “Takutlah kamu kepada dua perkara yang membawa kepada laknat. Para sahabat bertanya : Apakah dua perkara tersebut? Rasulullah SAW menjawab : Orang yang membuang air besar (menunaikan hajatnya) di tempat laluan orang ramai atau tempat mereka berteduh.” (Riwayat Muslim)
  2. Dalam lubang pada tanah atau pada dinding dan seumpamanya kerana ia akan menghasilkan perkara-perkara yang menyakitkan. Kemungkinan di dalam lubang tersebut terdapat binatang yang berbisa seperti kala jengking atau ular lalu ia keluar dan menyakitkannya. Kadang-kadang terdapat di dalamnya haiwan yang lemah, maka ia boleh menyakitkan binatang tersebut. Daripada Abdullah Bin Sarjis bahawa ia berkata : “Rasulullah SAW melarang daripada kencing di dalam lubang iaitu lubang tanah.” (Riwayat Abu Daud)
  3. Di bawah pokok yang berbuah bagi memelihara buah tersebut daripada tercemar ketika luruhnya sama ada buah tersebut dimakan atau diambil manfaat dengannya. Ini supaya perasaan seseorang tidak merasa jijik.
  4. Air yang tenang/bertakung. Ini kerana jiwa manusia akan merasa jijik dengan air tersebut sekalipun air itu banyak dan najis tersebut tidak merubah rasa, bau atau warnanya. Atau pun air itu akan dibuang begitu sahaja jika najis itu mengubahnya. Larangan ini juga termasuk pada air yang kurang dari 2 kolah. Daripada Jabir ra daripada Nabi SAW bersabda : “Baginda SAW melarang kencing dalam air (bertakung) tenang” (Riwayat Muslim)


Masuk Dan Keluar Tempat Qada Hajat

  1. Disunatkan kepada orang yang qada hajat supaya melangkah dengan kaki kiri ketika masuk dan dengan kaki kanan ketika keluar. Ini kerana itulah yang lebih layak untuk tempat-tempat kotor dan najis. Dan jangan ia membawa perkataan yang menyebut nama Allah dan juga namaNya yang lain.
  2. Disunatkan juga membaca zikir dan doa-doa yang telah thabit daripada Rasulullah SAW ketika masuk tandas dan keluar daripadanya.


Arah Mengadap


Haram ke atas orang yang qada hajat mengadap kearah kiblat atau membelakangkannya sekiranya ia berada di tempat lapang dan tidak ada pendinding yang tinggi yang menutup auratnya ketika qada hajat.


Begitu juga haram qada hajat di dalam binaan yang tidak disediakan sebagai tempat qada hajat dan tidak mencukupi syarat-syarat pendinding seperti dinding yang tinggi yang menutupi auratnya.


Disyaratkan dinding yang menutupnya itu tidak jauh daripadanya lebih daripada 3 hasta dengan ukuran tangan manusia atau menyamai lebih kurang 150cm. sekiranya binaan tersebut disediakan sebagai tempat qada hajat (tandas) maka janganlah mengadap kiblat atau membelakangkannya. Daripada Abi Ayub Al-Ansari ra. Daripada Nabi SAW bersabda :


“Apabila kamu datang ke tempat qada hajat maka janganlah kamu mengadap kea rah kiblat dan jangan kamu membelakangnya sama ada ketika buang air kecil atau besar, tetapi mengadaplah kea rah timur atau barat.” (Riwayat Al-Bukhari)



Keadaan Orang Yang Qada Hajat


Dia hendaklah duduk di atas tumit kaki kiri dan mendirikan lutut kaki kanan serta tidak melihat ke langit, kemaluannya dan najis yang keluar daripadanya. Ini kerana perbuatan tersebut adalah tidak layak dengan keadaanya itu. Dan makruh dia bercakap dan lainnya ketika qada hajat. Daripada Ibnu Umar ra berkata :


“Seorang lelaki lalu berdekatan Rasulullah SAW yang sedang membuang air kecil. Lalu dia memberi salam tetapi Baginda tidak menjawab.” (Riwayat Muslim)


Makruh juga perbuatan yang lain seperti makan, minum dan bercakap-cakap ketika sedang melakukan perbuatan qada hajat.



Beristinjak Menggunakan Tangan Kiri


Orang yang qada hajat hendaklah menggunakan tangan kirinya untuk membersihkan tempat najis sama ada dengan air atau batu dan seumpamanya kerana itulah yang lebih layak dilakukan. Sekiranya ia menggunakan tangan kanan maka hukumnya adalah makruh sebagaimana makruh menyentuh zakar dengan tangan kanan.


Sekiranya ia perlu kepada memegang zakar untuk membersihkannya dengan batu dan seumpamanya (benda-benda yang beku/pejal), maka ia hendaklah memegang batu tersebut tanpa menggerakkannya dengan tangan kanannya dan tangan kirinya memegang zakar dan mengerak-gerakkannya untuk membersihkan tempat yang najis tersebut. Daripada Abi Qatadah ra daripada Nabi SAW bersabda :


“Apabila seseorang kamu kencing, maka janganlah ia mengambil (memegang) zakarnya dengan tangan kanannya dan jangan ia beristinjak dengan tangan kanannya.” (Riwayat Al-Bukhari)




Alat Yang Haram Digunakan Untuk Istinjak

  1. Tidak sah beristinjak dengan menggunakan benda-benda yang najis atau mengandungi najis, kerana ia akan menambahkan lagi kesan najis yang sepatutnya dikurangkan dengan cara beristinjak. Daripada Abdullah Bin Mas’ud ra berkata : “Nabi SAW telah datang ke tempat qada hajat dan menyuruh aku membawa 3 biji batu kepadanya. Aku hanya dapati dua biji batu dan aku cari yang ketiga tetapi tidak mendapatinya. Kemudian aku mengambil tahi binatang dan bawa kepadanya, lalu Baginda mengunakan dua biji batu tersebut dan membuang najis itu seraya berkata : Ini adalah najis.” (Riwayat Al-Bukhari)
  2. Haram beristinjak dengan menggunakan makanan yang dimakan oleh anak Adam. Contohnya seperti roti dan lain-lainnya. Haram juga beristinjak dengan menggunakan tulang, kerana ia merupakan makanan jin dan haiwan seperti anjing. Daripada Ibnu Mas’ud ra dari Rasulullah SAW bersabda mafhumnya : “Telah datang kepadaku Jin yang memanggil, lalu aku pergi bersamanya dan aku membacakan Al-Quran kepada mereka. Ibnu Mas’ud menceritakan lagi, dan mereka itupun meminta bekalan. Lalu Baginda menjawab : Bagi kamu semua tulang yang disebut di atasnya nama Allah, ia berada di tangan-tangan kamu dalam keadaan daging yang lebih banyak, dan juga tahi-tahi binatang menjadi makanan kepada binatang-binatang kamu.” (Riwayat Muslim)
  3. Haram beristinjak dengan sesuatu benda yang dihormati seperti anggota haiwan yang bersambung dengannya seperti tangan dan kakinya, lebih-lebih lahi anggota manusia kerana perbuatan tersebut berlawanan dengan kemuliaannya.


Hikmah Istinjak


Melakukan istinjak dapat membersihkan anggota badan supaya anggota badan menjadi sihat dan cergas. Orang yang sihat akan sentiasa ceria dan bersemangat dalam setiap pekerjaannya yang dilakukan. Kesihatan yang baik dapat menghindarkan diri daripada segala penyakit yang disebabkan dari kuman atau kekotoran. Sebab itulah Islam sangat mengambil berat soal kebersihan ini kerana ia mempunyai hubungan yang kuat dengan kesihatan.


Orang yang sihat dapat melakukan segala ibadah kepada Allah dengan semangat dan kekuatan tenaga yang ada dan juga dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan khusyuk. Allah sangat suka kepada orang yang menjaga kebersihan diri dan kebersihan sekelilingnya. Kekemasan dan kebersihan adalah merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW, sebagai umat Islam kita perlu meneladani apa yang telah diajar oleh Nabi Muhammad SAW.


Orang yang mempunyai kebersihan diri akan sentiasa dihormati oleh orang sekelilingnya. Malah ia juga menjadi model atau contoh kepada masyarakat sekelilingnya. Berbeza dengan orang yang tidak bersih, kerana masyarakat akan memandangnya jijik dan mereka tidak mahu mendekati orang yang tidak bersih. Orang yang tidak bersih ini sering kalinya berada dalam keadaan yang tidak terurus, kotor, busuk dan sebagainya.


Beristinjak atau membersihkan diri daripada najis dapat menghindarkan diri dari berbagai-bagai penyakit yang disebabkan kekotoran najis. Kuman yang disebabkan najis yang dikeluarkan oleh seseorang dapat dihilangkan dengan cara istinjak sehingga bersih. Ini bertujuan untuk mengelakkan diri dari dihinggapi oleh berbagai penyakit. Islam telah meletakkan kaedah istinjak yang paling baik kepada umatnya supaya dapat menjauhkan diri daripada berbagai penyakit.


Khamis, 24 Ogos 2017

10 Syarat Jadi Imam

Syarat-syarat sah untuk seseorang itu menjadi Imam :

1) Islam, tidak sah solat yang diimamkan oleh seseorang yang kafir.

2) Berakal, tidak sah solat yang diimamkan oleh seseorang yang gila. Ini kerana, solat yang dilakukan oleh orang yang disahkan gila tersebut tidak sah. Tetapi jika gila itu bermusim maka solat ketika dia sihat sah tetapi adalah dibenci. Ini kerana dikhuatiri penyakit gilanya itu berulang ketika dia menunaikan solat.

3) Baligh, tidak sah solat yang diimamkan seseorang mumaiyiz kepada seorang yang baligh di dalam solat wajib dan sunat. Ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas dan Ibn Mas’ud, “Janganlah diimamkan solat itu oleh seorang budak sehingga dia baligh.”

Ini kerana solat itu adalah dalam keadaan sempurna sedangkan budak atau kanak-kanak itu bukan daripada ahli yang sempurna.

Imam Syafie berpendapat, harus orang yang baligh menjadi makmum kepada imam yang belum Mumaiyiz. Ini berdasarkan apa yang diriwayatkan daripada Amr bin Salamah: Aku telah mengimamkan solat di zaman Rasulullah s.a.w sedang aku adalah anak yang baru berumur tujuh tahun. (Riwayat Bukhari)


4) Lelaki yang sejati sekiranya yang menjadi makmum itu adalah lelaki.

Tidak sah solat yang diimamkan oleh seorang perempuan atau khunsa bagi makmum lelaki sama ada solat fardu atau sunat. Sekiranya yang menjadi makmum itu perempuan semata-mata maka tidak disyaratkan lelaki menjadi imam bagi jemaah tersebut.

5) Bersih daripada hadas dan kekotoran.

Tidak sah menjadi imam yang berhadas atau orang yang terdapat najis pada badannya, pakaiannya sama ada dia mengetahui hal tersebut atau lupa.

6) Baik bacaannya dan mengetahui rukun-rukunnya.

Seseorang imam hendaklah baik bacaannya kerana solat tidak sah melainkan dengan bacaan dan mengetahui rukun-rukun solat. Tidak sah seseorang qari menjadi makmum kepada seseorang yang buta huruf (jumhur) dan wajib bagi qari mengulangi solatnya. Seperti mana keadaannya tidak menjadi makmum kepada seseorang yang tidak mampu rukuk, sujud atau tidak boleh duduk ataupun tidak mampu mengadap kiblat.

7) Keadaan yang bukan makmum.

Tidak sah solat makmum mengikut makmum lain sebagai imam. Mengikut seseorang yang sudah terputus dengan imamnya disebabkan masbuk:

i- Al-Hanafiah: tidak harus menjadi seseorang masbuq itu sebagai ikutan kerana dia telah mengikut (makmum). Oleh yang demikian, yang diikut tidak boleh diikuti.

ii- Al-Malikiah: tidak harus menjadikan seseorang yang masbuk itu sebagai ikutan kerana dia tadi mengikut (makmum). Namun adapun yang mudrik (tidak sempat rakaat bersama imam boleh diikuti apabila dia bangkit untuk menunaikan solatnya dan hendaklah mudrik yang tidak sempat rakaat tadi berniat menjadi imam. Kerana ketika itu dia sedang solat berseorangan dan tidak thabit hukum makmum.

iii- Al-Syafieyyah: terputus ikutan / menurut imam dengan semata-mata keluarnya imam dari solat sama ada dengan memberi salam atau dengan sebab terbatalnya wuduk. Ini kerana terkeluarnya dari ikatan di antara imam dan makmum maka pada ketika itu dia boleh mengikuti orang lain yang ganti imam atau orang lain yang mengikutnya sebagai imam.

Kesimpulannya : al-Hanafiah dan Malikiah tidak mengharuskan mengikut seseorang yang asalnya mengikut selepas imam memberi salam, dan harus pada Al-Syafieyyah dan al-Hanabilah. Ini adalah lebih utama.

Syarat khas pada al-Hanafiah dan al-Hanabilah: sejahtera daripada keuzuran.

Tidak lawas ketika buang air, kerap terkentut dan batuk makruh ke atas orang yang mempunyai penyakit-penyakit ini menjadi imam. Sekiranya seseorang yang mempunyai satu keuzuran adalah lebih utama menjadi imam daripada orang yang mempunyai dua keuzuran.

Adapun pendapat al-Malikiah tidak mensyaratkan syarat ini tetapi dihukum makruh menjadi imam selagi mana tidak terbatal wuduknya.

Begitu juga pendapat bagi Al-Syafieyyah tidak mensyaratkan syarat ini dan sah menjadi imam orang yang mempunyai keuzuran ini dan tidak perlu mengulangi solat tersebut.

9) Imam mesti seorang yang fasih al-lisan.

Mampu menyebut huruf-huruf di dalam al-Quran dari makhrajnya.

10) Al-Hanafiah dan Al-Syafieyyah mensyaratkan supaya solat itu diimamkan oleh orang yang bermazhab yang sama dengan makmum.

Sekiranya seseorang yang bermazhab Hanafi solat di belakang seorang imam bermazhab Syafie yang mengalir darah pada tubuhnya dan tidak berwuduk selepas itu atau solat seorang yang bermazhab Syafie di belakang seseorang bermazhab Hanafi yang menyentuh perempuan dan tidak berwuduk, maka solat makmum itu batal kerana setiap mazhab melihat kepada batalnya solat imam itu tadi.

Al-Hanafiah berpendapat solat di belakang imam yang bermazhab Syafie adalah makruh.





Rabu, 23 Ogos 2017

Wasiat Rasulullah Buat Puteri Baginda, Fatimah Az Zahra.

"Ya Fatimah, wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, pasti Allah akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melenyap keburukan dan meningkatkan darjat wanita itu."


"Ya Fatimah, wanita yang berpeluh ketika mengisar tepung untuk suami dan anak-anaknya, nescaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah."


"Ya Fatimah, tiadalah seorang yang meminyakkan rambut anak-anaknya lalu menyikat dan mencuci pakaiannnya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang."


"Ya Fatimah, tiadalah wanita yang tidak memberikan bantuan kepada jirannya, melainkan Allah akan menghalangnya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat kelak."


"Ya Fatimah, yang lebih utama dari segala keutamaan di atas adalah keredhaan suami terhadap isteri. Andai suami tidak redha kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fatimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah."


"Ya Fatimah, apabila wanita mengandung maka malaikat memohonkan keampunan baginya dan Allah menetapkan baginya setiap seribu kebaikan serta menghilangkan seribu keburukan. Ketika wanita merasa sakit untuk melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para peluang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun. Di dalam kubur akan mendapat taman-taman indah yang merupakan sebahagian dari taman syurga. Dan Allah memeberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah dan seribu malaikat memohon keampunan baginya hingga hari kiamat.


"Ya Fatimah, tidaklah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang dan ikhlas, melainkan Allah mengampunkan dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah."


"Ya Fatimah, tidaklah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih sayang."


"Ya Fatimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya dan Allah mengampunkan dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang."


"Ya Fatimah, tidaklah wanita yang meminyakkan kepala suami dan menyikatkannya, meminyakkan janggut dan memotong misainya serta memotong kukunya melainkan Allah memberi minuman yang didatangkan dari sungai-sungai syurga. Allah mempermudahkan sakaratul maut baginya serta kuburnya menjadi sebahagian dari taman-taman syurga. Allah membebaskan dari seksa neraka serta dapat melintasi titian sirat dengan selamat."


sumber: Biografi Agung Rasulullah SAW, karya hebat Rusydi Ramli Al Jauhari.


Selasa, 22 Ogos 2017

Enam punca perut buncit


Perut buncit memang tidak menyelesakan. Ia bukan sahaja membuatkan kita berasa cepat letih apabila melakukan pergerakan walaupun sekadar berjalan, perut yang buncit juga menjejaskan penampilan seseorang lantaran bentuk tubuh kelihatan tidak seimbang. Apakah sebab perut menjadi buncit?

Pakar kesihatan Dr. Selfie C. Rijal menjelaskan ada banyak faktor yang boleh menyebabkan perut menjadi buncit. Pertama, faktor keturunan.

“Faktor keturunan yang diwarisi daripada orang tua secara umumnya sukar dielakkan,” ujar Selfie.

Kedua ialah faktor penuaan. Dengan bertambahnya usia, penghasilan hormon dehidroepiandrosteron (DHEA) mulai berkurangan.  Hasil kajian oleh Harvard Women's Health Watch mendapati wujudnya kaitan antara penurunan hormon ini dengan peningkatan pengumpulan lemak di perut.

Faktor ketiga ialah makanan dan minuman tertentu.  Doktor lulusan Universiti Padjajaran itu menjelaskan gula dan alkohol terutamanya yang terkandung dalam bir, adalah musuh utama kerana ia boleh membuatkan otot menjadi kendur.

Daripada segi pemakanan, katanya alkohol amat berbahaya bagi tubuh.  Ini kerana alkohol mengandungi  kalori yang tinggi, sama seperti kalori dalam makanan berlemak.  Selain itu, meminum alkohol akan memaksa hati bekerja lebih keras untuk menyingkirkan alkohol dan pada masa sama proses menyaring gula akan tertangguh.

“Gula itu kemudiannya terpaksa disimpan dalam tubuh sebagai lemak.  Pada masa sama, alkohol juga  dapat meningkatkan nafsu makan,” ujar doktrr yang bertugas di Hospital Sari Asih, Tangerang, Banten itu.

Menurut Selfie, makanan segera juga boleh mengakibatkan perut menjadi buncit berikutan jumlah kalori dan lemaknya yang sangat tinggi. Tidak ketinggalan, susu. Jika yang diminum itu ialah susu berkalori tinggi, maka ia boleh menyumbang kepada kebuncitan perut. “Justeru sebaik- sebaiknya minumlah susu rendah kalori,” tegas beliau.

Penyebab keempat bagi perut buncit ialah tembakau. Ia boleh menjejaskan aktiviti penghadaman.  Selfie berkata biasanya ketika merokok selepas makan, perut akan berasa kembung kerana penghadaman terganggu.

Penyebab kelima, stres.  Menurut Selfie, keadaan psikologi seseorang mampu mengganggu aktiviti semula jadi tubuh termasuklah sistem penghadamannya. Stres juga boleh mencetuskan rasa kenyang dan menimbulkan masalah pada keupayaan tubuh menyimpan lemak. Akibatnya, perut kelihatan lebih mengembang. “Untuk mengatasinya, belajarlah untuk lebih relaks serta bernafas secara perlahan dan mendalam,” jelas beliau.

Dalam pada itu Selfie mengingatkan bahawa golongan wanita yang biasanya lebih mudah dilanda stress, cenderung memiliki lemak berlebihan di perut, meski pun berat badannya normal.  Keadaan ini mungkin diakibatkan oleh kesan hormon stres kortisol yang membuatkan lemak terkumpul di sekitar perut.

Penyebab keenam mempunyai kaitan dengan perubahan hormon, terutamanya ketika menopaus.  Keadaan ini menyebabkan pengeluaran hormon seks estrogen berkurangan sekali gus membawa kepada pengumpulan lemak pada perut.

Tumpukan lemak yang tidak sekata boleh membuatkan orang yang bertubuh kecil, buncit perutnya. Sememangnya ia kelihatan amat tidak selesa.  Jelas Selfie, keadaan ini berpunca daripada pengambilan karbohidrat secara berlebihan seperti nasi dan makanan berasaskan tepung seperti mi, bihun dan ladu, dalam kuantiti yang banyak.  Akibatya, karbohidrat yang berlebihan akan disimpan dalam bentuk lemak terutamanya di perut, atau lebih tepatnya di rongga-rongga di antara organ dalam perut.

“Penumpukan lemak di perut juga menjadi petunjuk bahawa kurangnya aktiviti fizikal dan penurunan kadar metabolisme tubuh,” jelas Selfie.  Jelas beliau, “Faktor utama yang membawa kepada kebuncitan perut adalah gaya hidup dan iklan yang berleluasa di pelbagai media.”
Benarkah perut akan buncit apabila seseorang terus tidur selepas makan? “Ya, benar.  Perut akan menjadi buncit kerana proses penghadaman tidak dapat berfungsi dengan baik,” ujarnya. 
Begitu juga dengan minuman bersoda.  Minuman jenis ini boleh membuatkan perut menjadi kembung dan akhirnya membuncit. “Gelembung-gelembung udara dalam minuman berkarbonat boleh mengakibatkan perut buncit,” jelas Selfie.

Isnin, 21 Ogos 2017

10 Pemain Bola Sepak Gaji Tertinggi Di Dunia



Klik Di Sini Untuk Zoom Gambar

Klik Di Sini Untuk Zoom Gambar

Klik Di Sini Untuk Zoom Gambar





Ahad, 20 Ogos 2017

Hasad dan Ghibtah

“Hati-hati kalian dari sifat hasad kerana hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar.” (HR. Abu Dawud. Al-Albani mengatakan hadis ini DA'IF dalam Silsilah Al-Ahadits Adl-Dha’ifah no. 1902)

Allah ta’ala berfirman, "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikurniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain..." (An Nisa’: 32)


Dari Anas r.a. bahawa dia berkata, Rasulullah s.a.w. berkata kepadaku, “Wahai Anakku! Bila engkau mampu hingga pagi dan petang tanpa memendam sifat hasad dengki kepada seseorang, maka lakukanlah.” (HR. Tirmidzi)


Nabi bersabda, “Kalian tidak akan beriman sehingga menginginkan untuk saudaranya hal-hal yang dia inginkan untuk dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim).


Nabi bersabda,"Tidak boleh hasad kecuali pada dua perkara, iaitu: terhadap seseorang yang Allah anugerahkan harta, lalu dia gunakan harta tersebut pada jalan kebenaran, dan terhadap seseorang yang dianugerahkan ilmu, lalu dia amalkan ilmu tersebut serta diajarkannya kepada manusia lain". (H.R Bukhari dan Muslim).


Jika seseorang mendapat nikmat, kita yang melihat keadaan itu, akan berada di antara dua keadaan:


1. Jika kita rasa benci atau tidak suka dengan nikmat yang diperolehinya. Inilah yang dikatakan hasad.


2. Jika kita tidak benci terhadap nikmat yang diperolehi oleh orang itu dan kita menginginkan agar kita juga memiliki nikmat seumpama itu. Inilah yang disebut dengan ghibtah (hasad yang dibenarkan). Iaitu rasa bangga dengan orang itu dan bercita-cita untuk mendapatkan kelebihan seperti mana yang didapati oleh orang itu. Sifat ini amatlah terpuji dan dikehendaki ada pada tiap-tiap orang, kerana dengannya boleh mendatangkan kebaikan dan kemajuan hidup.

Sabtu, 19 Ogos 2017

Amalan Penenang Jiwa Setiap Kesusahan

Amalan penenang jiwa Setiap kesusahan yang ditimpakan ke atas manusia bukan ujian semata-mata tetapi juga untuk mendekatkan kita dengan-Nya. BERSIHKAN diri dan jiwa dengan ayat-ayat suci al-Quran.

DALAM kehidupan seharian, kita tidak boleh lari daripada menghadapi masalah. Kebiasaannya timbul akibat daripada pelbagai punca sama ada kerana diri sendiri atau orang lain. Allah menegaskan dalam firmannya yang bermaksud:


'Allah meringankan bagi mu peraturan-peraturan agama dan manusia itu dijadikan bersifat lemah'- surah al-Nisa':8.


Perlakuan manusia yang menghadapi masalah berkaitan dengan pelbagai tindakan seperti kurangnya rasa sabar dalam diri, sentiasa gopoh gapah, suka bantah-membantah serta menyalahkan satu sama lain, rasa putus asa, tidak wujud rasa syukur, manusia mudah lupa dan sebagainya. Beberapa kaedah penyucian jiwa kita perlu lakukan di mana sebahagiannya memang telah menjadi amalan sebahagian umat Islam saban hari.


Antara amalannya seperti:


*Solat wajib dan solat sunat (solat Tahajud, solat Taubat, solat Hajat, solat Tasbih atau solat Awwabin).
*Puasa wajib dan puasa sunat.
*Mengeluarkan zakat (fitrah dan harta benda). *Menunaikan haji. *Membaca al-Quran (Jika tidak memahami, baca maknanya). *Berzikir dalam bentuk perkataan dan hati.
*Bertafakur.
*Sentiasa mengingati mati dan hari akhirat.
*Muhasabah diri.
*Jihad, selalu amalkan perkara baik amar makruf dan jauhi kerja buruk nahi mungkar.
*Tawaduk' dan sifat qanaah (berpada-pada).
*Ketahui dan sedari cara menghalang godaan syaitan dalam jiwa. *Ketahui cara menghindar penyakit hati.


Sebagai contoh, dengan melakukan solat-solat sunat, hikmahnya adalah boleh membimbing untuk pembentukan kecemerlangan diri atau insan kamil, dapat membina personaliti dan tingkah laku mulia. AMALAN berzikir mendekatkan diri kepada Allah. Boleh mendekatkan diri dan menjalin hubungan dengan Allah.


Membersihkan diri dari sifat keji dan buruk. Praktik yang baik untuk pengurusan masa. Melatih diri untuk berakhlak atau berdisiplin dan bermoral dan melatih diri untuk memberi tumpuan kepada sesuatu perkara.


Dengan menjalani ibadah puasa, hikmahnya adalah seperti:


*Menjadi benteng kepada godaan syaitan atau iblis dan perisai terhadap kejahatan.
*Latihan untuk mendisiplinkan diri.
*Memupuk sikap sabar.
*Mewujudkan rasa insaf.
*Menimbulkan kekuatan untuk menundukkan nafsu.


Dengan berzikir, berdoa dan beristighfar, hikmahnya adalah untuk membersihkan diri daripada dosa dan maksiat, untuk mendapat keampunan Allah, untuk mendapat ketenangan batin, keikhlasan hati, meningkatkan kecintaan kepada Allah dan berupaya melindungi diri daripada melakukan dosa. Malah, Allah telah menegaskan hikmah berdoa dan berzikir dalam firmannya yang membawa maksud


'...dan Tuhan kamu berfirman, 'berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu'- surah al-Mukmin : 60,


dan 'Maka berzikirlah (ingatlah) kepada-Ku, nescaya Aku akan mengingati kamu sekalian' -surah al-Baqarah: 168.


Dengan bertafakur, hikmahnya adalah seperti:


*Penyuluh untuk mengenal diri dan pencipta.
*Mendorong penjelajahan fikiran.
*Pemusatan tumpuan untuk meneliti tahap personaliti dan tingkah laku.
*Mendorong untuk celik akal.
*Mewujudkan kesedaran kendiri.
*Berupaya membuahkan sikap amanah dan jujur.


Firman Allah yang bermaksud, 'Mereka yang mengingati Allah baik di waktu berdiri, duduk dan berbaring dan mereka berfikir tentang kejadian langit dan bumi seraya berkata, wahai Tuhan kami, tiadalah Engkau menjadikan ini dengan sia-sia' - surah ali-Imran : 191.


Sebenarnya kehidupan ini kita tidak boleh lari dari menghampiri diri dan sentiasa mendapat bantuan dan perlindungan Allah. Dalam mengharungi kehidupan kita perlulah menghadapi pelbagai cabaran dan menghadapi kegagalan dan rasa putus asa dengan penuh kesedaran.


Jumaat, 18 Ogos 2017

Tips Hilangkan Panas Baran Cara ISLAM

MENGUBAH POSISI-----------------------
⇨ Rasulullah SAW bersabda,maksudnya :
|Apabila kamu marah,dan ketika itu berada di dalam kedudukan berdiri,maka hendaklah dia duduk kerana ia akan menghilangkan kemarahan.Dan jika tidak maka hendaklah dia berbaring| |Riwayat Muslim|


BERWUDUK
--------------
⇨ Rasulullah SAW bersabda,maksudnya:
|Marah datangnya daripada syaitan,dan ia diciptakan daripada api sedangkan api itu hanya dipadamkan dengan air.Oleh sebab itu apabila kamu marah,maka hendaklah berwuduk| |Riwayat Abu Daud|


MEMBACA TA'AWUZ
-------------------------
⇨ Lafaznya ialah : ﺍﻋﻮﺬ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﻥ ﺍﻟﺮﺟﻴﻢ
Maksudnya: |Ya Allah,lindungi aku daripada syaitan yang direjam|


BERZIKIR
-----------
⇨Banyak berselawat,berzikir,bertahmid,bertahlil dan bertakbir.


KAWAL LISAN
-----------------
⇨Berdiam diri dan jangan bertutur apabila berasa hendak marah kerana ramai manusia yang merosakkan dirinya akibat lisannya sendiri.katakan pada diri bahawa setiap yang berlaku ada hikmah dan kebaikannya.


MINUM AIR
--------------
⇨ Minum air sejuk kerana air mampu memadamkan api kemarahan.


BERKATA KEPADA DIRI
----------------------------
⇨ Ingatkan diri sendiri bahawa perkara yg kita lakukan terhadap orang lain satu hari nanti akan berlaku atas diri kita juga .Dengan cara ini kita telah berjaya mengalihkan fokus minda kepada perkara yang boleh mencetuskan perasaan panas baran.



Khamis, 17 Ogos 2017

10 Senarai Wanita Paling Kejam...

10. Queen Mary I (1516-1558)


Mary (anak sulung kepada Henry VIII) telah naik taktha mengantikan Jane Grey dan telah menjadi monarki keempat dinasti Tudor sebelum Elizabeth I. Semasa pemerintahannya, Mary telah mejadikan Britain sebagai negara katolik Roma.
Demi menjadikan negara british sebagai negara katolik roma, Mary telah menjatuhkan hukuman mati terhadap sesiapa sahaja yang membangkang ideanya. Disebabkan kekejamannya yang menyebabkan ramai penganut katolik mati, dia kemudian digelar ‘Bloody Mary‘.

9. Myra Hindley (1942-2002)



Myra Hindley dan temannya iaitu Brady merupakan pembunuh bersiri yang terkenal zaman tersebut. Brady dan Hindley telah menculik 3 orang budak yang berumur diantara 10-12 tahun dan juga 2 orang remaja yang masing masing berumur 16 dan 17 tahun dari Manchester lalu melakukan penderaan terhadap mereka sebelum membunuh mereka.
Brady dan Hindley merakamkan jeritan mangsa pada audio kemudian menyimpan audio tersebut.

8. Isabella dari Castlile (1451-1504)


Seperti yang diketahui ramai, Isabella merupakan penaja utama kepada Christopher Columbus untuk menyeberangi lautan Atlantik dan sampai ke Amerika Syarikat.. Walaupun nampak baik, tetapi Isabela merupakan seorang ratu yang anti Islam dan Yahudi.
Pada tahun 1942, Isabela telah mengeluarkan akta pengusiran dan pembunuhan umat islam dan yahudi di Sepanyol. Pada masa itu, lebih 200 ribu orang yang meninggalkan Sepanyol manakala penduduk lain menukar agama. Pada tahun 1974, Paus Paul IV telah mengadakan upacara kerahmatan untuk Isabella bertujuan supaya roh Isabella dapat menuju ke arah kesucian.

7. Beverly Allitt (1968- ???)



Merupakan seorang jururawat bahagian pediatrik di British yang juga dikenali sebagai ‘Angel Of Death’. Dia telah menyeksa dan membunuh 4 orang kanak2 di bahagian pediatrik di Hospital Grantham dan Kesteven. Cara pembunuhan Beverly adalah dengan menyuntik kalium dan insulin sehingga menyebabkan mangsa mengalami kardioplegik.
Jika tiada alat penyuntikan, Beverly akan mencekik mangsa tersebut sehingga mati. Sebelum perbicaraan, Beverly telah mengancam untuk membunuh 13 orang kanak2 dalam masa 58 hari dan ancaman ini telah mengorbankan lebih 4 kanak2.
Tiada siapa pun tahu tujuan Beverly melakukan pembunuhan. Tetapi ada yang mengatakan bahawa dia menghidap sindrom Munchhausen yang mengakibatkan perbuatan kejamnya itu.

6. Belle Gunness (1859-1931)



Merupakan pembunuh bersiri yang paling kejam di Amerika Syarikat. Dia berasal dari Norway dan telah berhijrah ke Amerika Syarikat. Ramai beranggapan bahawa kematian 2 orang suami dan anaknya adalah sebab dibunuh oleh Belle.
Motif utama pembunuhan Belle adalah untuk pampasan insurans. Terdapat laporan bahawa Belle telah membunuh lebih dari 20 orang dalam masa beberapa tahun. Belle Gunness merupakan wanita kejam didalam kes jenayah AS.

5. Mary Ann Cotton (1832-1873)




Mary Ann ialah pembunuh bersiri dari British yang telah membunuh lebih 20 orang menggunakan arsenik. Dia telah berkahwin dengan dengan William Mowbray semasa berumur 20 tahun. Mereka pindah ke Plymouth, Devon dan disitu, Mary Ann telah melahirkan 5 orang anak, tetapi 4 orang anak mereka meninggal dunia kerana sakit perut dan radang perut. Setelah itu, mereka berpindah ke bahagian timur laut dan Mary Ann telah melahirkan 3 orang lagi anak. Namun, ketiga-tiga mereka juga mati.
Pada Januari 1865, William telah meninggal dunia kerana masalah usus. Sebelum itu, William telah membeli insurans di Syarikat Insurans Prudential di British dan apabila kematiannya, Mary Ann telah mendapat insurans sebanyak 35 pound.
Namun, kes yang sama juga telah berlaku pada suami kedua mary Ann, iaitu George Edward dan juga salah seorang anak mereka disebabkan masalah usus. Setelah seorang lagi anaknya meninggal dunia, suratkhabar mula mengambil perhatian peristiwa tersebut lalu membuat siasatan.
Mereka mendapati bahawa Mary An asyik berpindah rumah di sekitar British dan telah kehilangan 3 orang suami, seorang kekasih, seorang kawan, ibunya dan 12 orang anak. Punca utama semua si mati adalah sakit perut. Pada 24 Mac 1873, Mary Ann dijatuhkan hukum gantung di penjara Durham.


4. Ilse Koch (1906-1967)



Ilse Koch merupakan isteri kepada komander di perkemahan Bunchenwald(1937-1941) dan perkemahan Majdanek(1941-1943) iaitu Karl Koch. Ilse terkenal dengan perbuatan yang suka menyimpan kulit tatoo tahanan gantung.
Tahanan penjara menamakan Ilse sebagai ‘The Witch Of Bunchenwald‘ atau ‘The Beast Of Bunchenwald’ kerana kekejamannya mendera tahanan. Pada 1937, Ilse telah menggunakan kuasanya sebagai Isteri komander kem tahanan tersebut dengan mendera tahanan didalam khemah. Ilse telah membunuh diri di penjara wanita Aichach pada tahun 1967.

3. Irma Grese (1923-1945)



Grese merupakan seorang pekerja di perkemahan Nazi dan telah digelar ‘Wanita jahat Belsen’. Irma melakukan kekejaman dengan menyeksa banduan seperti membiarkan anjing mengigir banduan sehingga mati, membunuh dan merotan.
Selain itu, Irma Grese juga telah menembak banduan dengan bebas, menghantar banduan kedalam bilik gas beracun yang mengakibatkan banyak banduan yang mati dan mengalami masalah mental dan fizikal.

2. Katherine Knight (1956- ???)



Katherine merupakan seorang wanita kejam dari Australia.Pada oktober 2001, Katherine telah membunuh suaminya iaitu Johan Charles Price dengan menikamnya dengan pisau. Terdapat lebih 37 kesan luka pada badan price apabila mayatnya dijumpai.
Setelah membunuh Price, Knight mengopek kulit Price dan menggantungkanya pada pintu bilik, lalu memotong kepala Price dan menyimpannya dalam sebuah botol. Selain itu, dia juga telah memotong daging dari bahagian punggung suaminya dan dijadikan hidangan sup daging untuk anaknya.
Knight telah mencatatkan langkah2 yang dilakukannya. Knight akhirnya telah dihukum penjara seumur hidup dan menjadi wanita pertama Australia yang dipenjara untuk seumur hidup.

1. Elizabeth Bathory(1560-1614)



Elizabeth(juga dikenali sebagai ‘wanita ganas‘) ialah seorang bangsawan dari Hungary dan terkenal sebagai pembunuh bersiri dalam sejarah Hungaria dan Slovakia.
Sejak kematian suaminya, Eizabeth dan 4 orang rakan sejenayahnya didakwa telah menyeksa serta membunuh ramai budak dan gadis perempuan. Kebanyakkan mangsa mereka adalah budak perempuan yang berasal dari kampung yang ingin menjadi orang gaji Istana.
Setelah itu, Elizabeth mula membunuh gadis yang berasal dari keluarga kaya yang dihantar oleh ibu bapa mangsa ke istana untuk belajar cara laku kesopanan.
Antara keganasan yang dilakukan oleh Elizabeth dan gengnya adalah : merotan mereka sehingga mati, membakar dan memotong kedua2 belah tangan, mencederakan bahagian muka dan bahagian sulit, megigit muka, lengan atau bahagian lain dan membiarkan mangsa mati kelaparan. Selain itu, Elizabeth menggunakan jarum untuk menyeksa mangsanya.

Rabu, 16 Ogos 2017

Peralatan Perang Rasulullah S.A.W

Baju Besi Rasulullah s.a.w. ; Ada 7 pasang yang digelar al-Batra', al-Khirnaq, al-Sughudiah, Zatul Fudul, Zatul Hawais'i, Zatul Wisyah, dan Fiddon.

Topi Perang Baginda s.a.w. ;
Terdapat 2 buah topi Baginda s.a.w. iaitu al-Sabugh dan Muwasyah.


Pedang Rasulullah s.a.w. ;
Baginda s.a.w. memiliki 9 bilah pedang yang digelar al-Ma'thur, al-Qal'ei, al-Hatfur, al-'Adbu, al-Battar, al-Qadib, al-Mikhdam, ar-Rusub dan Zulfaqar.


Busur Panah Rasulullah s.a.w. ;
5 bilah busur yang Baginda s.a.w. miliki yang digelar al-Kutum, al-Baidho, al-Shafra' ar-Ruhaa' dan az-Zaura.


Tombak Rasulullah s.a.w. ;
Baginda s.a.w. memiliki 3 bilah tombak iaitu al-Baidho', al-Mathna dan al-'Anazah.


Alat Pelontar Rasulullah s.a.w. ;
Az-Zaluk dan al-Fat merupakan 2 alat pelontar Baginda s.a.w.



Selasa, 15 Ogos 2017

Panduan Pemakaian Wanita Muslimah



Panduan Pemakaian Wanita Muslimah

Penuhi syarat-syarat menutup aurat bagi seorang wanita :

1. Menutup aurat menurut yang telah ditetapkan
-Seluruh badan wajib ditutup kecuali muka dan tapak tangan.

2.Pakaian yang longgar
-Wanita yang memakai pakaian ketat walaupun menutupi seluruh tubuhnya masih belum memenuhi tuntutan syarak.

3.Pakaian yang tidak jarang
-Syarak menetapkan pakaian wanita mestilah tidak jarang sehingga menampakkan bentuk tubuh dan warna kulit.

4.Bukan pakaian yang menarik perhatian
-Tidak memakai pakaian yang menarik perhatian orang, contohnya pakaian yang berlainan daripada orang lain sama ada dari segi warna, fesyen dan sebagainya.

5.Tidak menyerupai pakaian orang lelaki atau pakaian orang kafir
-Sabda Rasulullah S.A.W. yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas yang bermaksud :
Rasulullah S.A.W. melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai lelaki.”

6.Tidak bertabarruj
-Tabarruj diertikan sebagai bersolek secara berlebih-lebihan. Selain itu, ia membawa erti memperlihatkan keelokan, kecantikannya yang sepatutnya wajib ditutup.

Berdasarkan firman Allah S.W.T.dalam surah al-Ahzab ayat 33 yang bermaksud :
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku (tabarruj) seperti orang jahiliyyah dahulu.”

Sekian semoga menjadi panduan para isteri dan anak-anak perempuan.

MEDAL OF HONOR TO ALL MY FOLLOWERS. PLACE IT TO YOUR BLOG.TQ FOR YOUR SUPPORT.

WSB

PENAFIAN / DENIAL

B'jue Corner tidak bertanggungjawab terhadap sebarang kehilangan atau kerosakan yang dialami kerana menggunakan kandungan di dalam blog ini.

B'jue Corner irresponsible on any loss or damage undergone because use content in this blog.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...