Khamis, 29 September 2016

96 Nasihat-Nasihat Ringkas

1. “Apabila tubuh seseorang menggigil kerana takut kepada Allah, maka berguguranlah dosa-dosanya sebagaimana dedaunan berguguran dari pohon.”(Hadits)

2. “Janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.” (Al-Hasyr: 19)

3. “Barangsiapa suka berjumpa Allah, maka Allah suka berjumpa dengannya. Barangsiapa tidak suka berjumpa Allah, maka Allah tidak suka berjumpa dengannya.” (Hadits)

4. ”Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk menundukkan hati mereka mengingati Allah.” (Al-Hadiid: 16)

5. ”Satu tanda taubat kamu diterima Allah adalah kamu melihat dirimu terpelihara dari segala maksiat.” (Kata-kata Ulama)

6. ”Barangsiapa menghidupkan sunnahku sama ertinya mencintaiku, barangsiapa mencintaiku di hari kiamat kelak akan bersamaku di syurga.” (Hadits)

7. ”Berzikirlah kamu kepada Allah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kamu kepada-Nya pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41-42)

8. ”Tanda-tanda munafik ada tiga, kalau berkata ia berdusta, kalau berjanji tidak menepati, kalau diamanat ia khianat.” (Hadits)

9. ”Sungguh beruntunglah orang mukmin. Iaitu orang-orang yang sembahyangnya dikerjakan dengan penuh khusyuk.” (Al-Mukmin: 1-2)

10. ”Dua rakaat yang dikerjakan dengan penuh khusyuk jauh lebih baik berbanding ibadah semalaman sementara hatinya melupakan Allah.” (Ibnu Abbas)

11. ”Kamu semua adalah umat yang terbaik dilahirkan untuk manusia kerana kamu menyuruh yang makruf dan mencegah dari yang munkar.” (Al-Imran: 110)

12. ”Sebaik-baik kamu adalah yang bermanfaat bagi orang lain dan seburuk-buruk kamu adalah orang yang membahayakan orang lain.” (Hadits)

13. ”Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa janganlah kamu tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2)

14. ”Diantara jalan-jalan masuk syaithan dalam diri manusia adalah: marah, syahwat, rakus, cinta perhiasan, dengki dan berburuk sangka.” (Imam Al-Ghazali)

15. ”Berkasih sayanglah kamu kepada makhluk yang dibumi, nescaya kamu akan dikasihi makhluk yang di langit (malaikat).” (Hadits)

16. ”Tidak ada perhitungan bagi sembahyang seseorang kecuali pada bahagian yang dikerjakannya dengan khusyuk.” (Hadits)

17. ”Janganlah kamu saling mengumpat. Apakah kamu suka memakan bangkai saudaranya? Tentunya kamu tidak suka.” (Al-Hujurat: 62)

18. ”Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan nama-Nya kamu meminta dan peliharalah hubungan silaturrahim.” (Al-Nisa: 1)

19. ”Tidak masuk syurga orang yang memutuskan hubungan silarurrahim.” (Hadits)

20. ”Berkata nabi Daud as: Pokok ketakwaan itu ada tiga: tawakkal, redha dan sabar.”

21. Seorang wanita mengadu tentang kekerasan hatinya kepada Aisyah RA, lalu beliau berkata: ”Siapa yang banyak mengingati mati akan lembut hatinya.”

22. ”Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri daripada menyembah-Ku mereka masuk neraka dalam keadaan hina.” (Al-Mukminun: 60)

23. ”Janganlah membiasakan anak-anakmu dengan kesenangan yang akan menggemukkan nafsunya.” (Imam Al-Ghazali)

24. ”Anak-anak itu dilahirkan dalam keadaan suci, maka ibu bapanyalah yang mencorakkannya menjadi Yahudi, Majusi atau Nasrani.” (Hadits Bukhari Muslim)

25. ”Sebaik-baik orang di kalangan kamu ialah orang yang baik akhlaknya.” (Hadits Bukhari Muslim)

26. ”Tidak ada pemberian yang sebaiknya daripada seorang ayah kepada anaknya, melainkan adab yang baik.” (Hadits Tirmidzi)

27. ”Dan perkataan yang baik itu juga adalah sedekah.” (Hadits Bukhari)

28. ”Jangan memperkecil sesuatupun dari perbuatan kebaikan, walaupun sekadar menyambut kawan dengan muka yang manis.” (Hadits Muslim)

29. ”Tidak masuk syurga siapa yang ada di hatinya seberat biji sawi dari sifat sombong.” (Hadits Muslim)

30. ”Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia sesungguhnya ia tidak berterima kasih kepada Allah.” (Hadits Al-Tirmidzi)

31. ”Bukanlah dari golongan kami siapa yang tidak menghormati orang tua dan tidak mengasihi anak kecil.” (Hadits Ahmad)

32. ”Sesungguhnya Allah suka kepada lembut belas kasihan dalam semua perkara.” (Hadits Bukhari)

33. ”Dan katakanlah wahai Muhammad kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka berkata dengan kata-kata yang paling elok.” (AL-Israa: 53)

34. ”Demi masa, sesungguhnya manusia itu rugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salih.” (Al-’Ashr: 1-3)

35. ”Orang mukmin tidak disengat dalam satu lubang dua kali.” (Hadits Bukhari)

36. ”Berilah kepada kaum keluarga haknya, kepada fakir miskin dan ibnu sabil dan janganlah kamu membazir.” (Hadits Ahmad)

37. ”Dan jika kamu memberikan pinjaman kepada Allah, sebagai pinjaman yang baik, nescaya Allah akan melipat gandakan balasannya kepada kamu.” (Al-Taghabun: 17)

38. ”Dan juga orang-orang yang membelanjakan hartanyadengan menunjuk-nunjuk kepada manusia (riya’) dan mereka tidak pula beriman kepada Allah.” (Al-Nisa: 38)

39. ”Sesungguhnya setiap perbuatan itu (pahalanya) bergantung kepada niatnya.” (Hadits Bukhari)

40. ”Dan sempurnakanlah perjanjian dengan Allah dan dengan manusia, sesungguhnya perjanjian itu akan ditanya.” (Al-Israa: 34)

41. ”Wahai orang-orang beriman! Janganlah kamu memakan riba’ dengan berlipat-lipat ganda dan hendaklah kamu bertakwa kepada Allah supaya kamu berjaya.” (Ali-Imran: 130)

42. ”Dan janganlah kamu mengurangi hak-hak orang ramai dan janganlah kamu bermaharajalela melakukan kerosakan di bumi.” (Al-Syuara: 183)

43. ”Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang selalu melakukan khianat lagi sentiasa berdosa.” (Al-Nisa: 107)

44. ”Rasulullah telah melaknat orang yang memberi rasuah dan orang yang menerima rasuah dalam memerintah.” (Hadits al-Tirmizi)

45. ”Hindarilah doa orang yang terkena zalim, maka sesungguhnya tidak ada diantara doanya dan Allah sebarang benda yang mendindingnya.” (Hadits Tirmidzi)

46. ”Sesungguhnya Allah itu indah dan suka keindahan. Sesungguhnya takabbur itu menolak kebenaran dan menghina orang lain.” (Hadits Muslim)

47. Hasan al-Basri mengatakan: ”Setiap sembahyang yang tidak hadir khusyuk di dalamnya lebih hampir kepada siksa.”

48. ”Janganlah memperbanyak percakapan kecuali berzikir kepada Allah, kerana sesungguhnya banyak bercakap menjadikan hati seseorang keras.” (Hadits Tirmizi)

49. ”Dua nikmat yang selalu dipersiakan manusia, nikmat sihat dan nikmat kelapangan masa.” (Hadits Bukhari)

50. ”Perbanyaklah olehmu mengingati sesuatu yang memutuskan segala kelazatan iaitu mati.” (Hadits Tirmidzi)

51. ”Apabila mati seorang manusia maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang salih yang mendoakannya.” (Hadits Muslim)

52. ”Orang mukmin yang sempurna imannya ialah yang paling berakhlak dan lemah lembut kepada isterinya.” (Hadits Tirmidzi)

53. ”Wanita yang salihah ialah yang taat kepada suami, menjaga kehormatan pada waktu ketiadaannya sebagaimana Allah telah memelohara dirinya.” (Al-Nisa: 34)

54. ”Wanita itu dinikahi kerana empat perkara, hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah yang beragama supaya kamu beruntung.” (Hadits Bukhari Muslim)

55. ”Wahai manusia bertaubatlah kepada Allah dan beristighfarlah sesungguhnya aku bertaubat seratus kali setiap hari.” (Hadits Muslim)

56. ”Sembahyang lima waktu, dari Jumaat ke Jumaat, Ramadhan ke Ramadhan menjadi penebus dosa antara keduanya jika ditinggalkan dosa-dosa besar.” (Hadits Muslim)

57. ”Sesungguhnya pasti dikembalikan hak itu pada yang berhak, hingga kambing yang tidak bertanduk diberi hak membalas pada kambing yang bertanduk.” (Hadits Muslim)

58. ”Seorang muslim ialah yang dapat selamat sekalian manusia dari gangguan lidah dan tangannya.” (Hadits Bukhari Muslim)

59. ”Tiada sempurna iman seseorang daripada kamu sehingga ia kasih kepada saudaranya sesama muslim seperti ia mengasihi dirinya sendiri.” (Bukhari Muslim)

60. ”Aku dan orang yang menjaga anak yatim dengan baik, disyurga bagaikan dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah.” (Hadits Bukhari)

61. Sa’ad bin Abi Waqqash berasa seolah-olah dirinya lebih utama dari bawahannya, lalu Rasulullah saw bersabda: ”Tiadalah kamu mencapai kemenangan dan rezeki kecuali kerana bantuan orang-orang bawahan kamu.” (Hadits Bukhari Muslim)

62. ”Apabila seseorang memberi nafkah isteri dengan mengharapkan pahala, maka tercatat pahala sedekah untuknya.” (Hadits Bukhari Muslim)

63. ”Ajarkanlah anakmu bersembahyang ketika berumur tujuh tahun dan pukullah jika meninggalkan sembahyang pada usia sepuluh tahun.”(Hadits Abu Daud dan Tirmidzi)

64. ”Demi Allah tidak beriman, tidak beriman, tidak beriman. Siapakah ya Rasulullah? Jawab baginda ialah orang yang tidak aman jirannya dari gangguannya.” (Hadits Bukhari Muslim)

65. ”Apakah amal perbuatan yang lebih disukai oleh Allah? Jawab Rasulullah saw: berbakti kepada ibu bapa. Kemudian apalagi? Jawabnya: ”Jihad fisabilillah.” (Hadits Bukhari Muslim)

66. ”Barangsiapa suka dilapangkan rezekinya, dan ditunda ajalnya hendaklah ia menyambungkan silaturrahim.” (Hadits Bukhari Muslim)

67. ”Dosa-dosa besar ialah: menyekutukan Allah, derhaka kepada kedua orang tua, membunuh manusia dan sumpah palsu.” (Hadits Bukhari)

68. ”Barangsiapa yang menziarahi orang sakit atau menziarahi saudaranya kerana Allah maka dipanggil ia dengan seruan: ”Selamat engkau, selamat perjalananmu dan selamat menjadi penghuni syurga.” (Hadits Tirmidzi)

69. ”Seseorang akan bersama dengan orang yang dikasihinya (di akhirat).” (Hadits Bukhari Muslim)

70. ”Takutlah kamu dengan api neraka walaupun dengan sedekah separuh dari biji kurma.” (Hadits Bukhari Muslim)

71. ”Sesungguhnya sifat malu itu cabang iman.” (Hadits Bukhari Muslim)

72. Aisyah RA berkata: ”Belum pernah saya melihat Rasulullah tertawa gelak sehingga terlihat langit-langit mulutnya, tetapi beliau selalu tersenyum.” (Hadits Bukhari Muslim)

73. ”Tiga jenis doa yang tidak diragukan pasti dimakbulkan, doa orang yang teraniaya, doa orang yang bermusafir dan doa ayah terhadap anaknya.” (Hadits Abu Daud, Tirmidzi)

74. ”Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya.” (Hadits Bukhari)

75. ”Orang yang mahir al-Quran bersama para malaikat yang mulia, orang yang gagap (kesusahan) tidak lancar membacanya mendapat pahala dua kali ganda.” (Hadits Bukhari Muslim)

76. ”Sesungguhnya seseorang yang di dalam hatinya tidak ada al-Quran bagaikan rumah buruk yang kosong.” (Hadits Tirmidzi)

77. ”Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah baginya pahala sepuluh kali ganda.” (Hadits Tirmidzi)

78. ”Rasulullah SAW bersabda tentang Qulhuwallahu Ahad, sesungguhnya ia menyamai sepertiga dari al-Quran.” (Hadits Muslim)

79. ”Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna maka keluarlah semua dosa-dosanya dari badannya hingga keluar dari bawah kukunya.” (Hadits Muslim)

80. ”Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna kemudian membaca doa wudhu, pasti dibukakan untuknya 8 pintu syurga yang ia boleh memilihnya.” (Hadits Muslim)

81. ”Tidak akan ditolak doa antara azan dan iqamat.” (Hadits Abu Daud, Tirmidzi)

82. ”Barangsiapa yang meninggalkan sembahyang Asar maka telah gugur semua amalannya.” (Hadits Bukhari)

83. ”Barangsiapa yang pergi ke masjid pada pagi atau petang hari maka Allah menyediakan untuknya hidangan disyurga setiap pagi dan petang.” (hadits Bukhari Muslim)

84. ”Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian berjalan ke masjid untuk sembahyang fardhu maka semua langkahnya di hitung, satu untuk menghapus dosa dan satu untuk menaikkan derajat.” (Hadits Muslim)

85. ”Sesungguhnya batas yang memisahkan seseorang dengan kufur hanya sembahyang, maka sesiapa yang meninggalkan sembahyang bererti telah kafir.” (Hadits Muslim)

86. ”Tidaklah seorang mukmin sembahyang sunnat kerana Allah pada setiap hari 12 rakaat melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga.” (Hadits Muslim)

87. ”Dua rakaat sembahyang sunnat sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya.” (Hadits Muslim)

88. ”Rasulullah SAW sembahyang sunnat sebelum zohor empat rakaat, baginda bersabda: Sesungguhnya ini saat terbuka pintu langit dan aku suka bila naik amal kebaikanku.” (Hadits Tirmidzi)

89. ”Abu Hurairah berkata: Kekasihku Rasulullah SAW berwasiat kepadaku, berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat sembahyang dhuha dan witir sebelum tidur.” (Hadits Bukhari Muslim)

90. ”Barangsiapa yang bangun sembahyang pada malam ramadhan kerana iman dan harapkan keredhaan Allah, nescaya diampunkan dosanya yang telah lalu.” (Bukhari Muslim)

91. ”Tidaklah seseorang yang berpuasa sehari saja kerana Allah melainkan Allah menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh tahun.” (Hadits Bukhari Muslim)

92. ”Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kerana iman dan mengharapkan pahala dari Allah, diampunkan dosanya yang telah lalu.” (Hadits Bukhari Muslim)

93. ”Apabila tiba bulan Ramadhan, dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syaitan.” (Hadits Bukhari Muslim)

94. ”Bersahurlah kamu kerana sahur itu membawa berkat.” (Hadits Bukhari Muslim)

95. ”Sentiasa manusia itu dalam kebaikan selama mereka bersegera berbuka.” (Hadits Bukhari Muslim)

96. ”Jika kamu sedang berpuasa jangan berkata keji, jangan marah dan jika ada orang memaki dan melawan katakanlah: Sesungguhnya aku ini berpuasa.” (Hadits Bukhari Muslim)

Sumber - http://mufti.perlis.gov.my/informasi/koleksi-khutbah/255-artikel-mufti-nasihat-nasihat-ringkas (patotnya 100 tapi ada yang tak lengkap)

Rabu, 28 September 2016

Kesilapan Ibu Bapa Mendidik Anak-Anak

1. Kesilapan pertama: Kurang BerdoaKurang berdoa semasa mengandung. Antara doa-doa yang digalakkan diamalkan semasa mengandung ialah

* Saidul (penghulu) istighfar

* Doa memohon rahmat (Al-Quran Surah Ali ‘Imran, 3:8-9)

* Doa memohon zuriat yang baik (Al-Quran Surah Ali ‘Imran, 3:38)

* Doa agar anak mengerjakan solat ((Al-Quran Surah Ibrahim, 14:40-41)


Kurang berdoa semasa membesarkan anak. Doa-doa yang digalakkan diamalkan semasa anak membesar ialah

* Doa agar anak patuh kepada Allah s.w.t (Al-Quran Surah Al-Baqarah, 2:128)

* Doa diberi zuriat yang menyejukkan hati (Al-Quran Surah Al-Fuqan, 25:74)

* Doa supaya nama anak membawa kebaikan kepadanya.


2. Kesilapan kedua: Banyak membaeri belaian Tarhib (menakutkan) daripada Targhib (didikan atau motivasi) seperti:

* menakutkan anak-anak dengan sekolah

* menakutkan dengan tempat gelap

* menakutkan dengan hutan rimba atau bukit bukau

* menggunakan kekerasan dan paksaan semasa menyuruh anak tidur.


3. Kesilapan ketiga: Tidak tegas dalam mendidik anak-anak


* Tidak menjadualkan kegiatan harian anak-anak

* Terlalu memfokuskan anak-anak kepada sesuatu aktiviti sahaja tanpa mengambil kira perasaan mereka.


4. Kesilapan keempat: Menegur mereka secara negatif

* Mengeluarkan kata-kata kesat dan maki hamun kepada anak-anak (terutama semasa marah)

* Membandingkan anak-anak dengan anak-anak lain atau anak orang lain.


5. Kesilapan kelima: Memberi didikan yang tidak seimbang antara jasmani (physical), rohani (spiritual) dan minda (intelektual)

* Ramai yang lebih mementingkan pendidikan minda dari pendidikan rohani.


6. Kesilapan keenam: Kurang memberi sentuhan kepada semua anak-anak

* Sedangkan Rasulullah kerap dilihat mendukung cucu-cucunya dan mencium mereka. Diriwayatkan oleh Aisyah r.a.: Pada suatu hari Rasulullah SAW mencium Al-Hassan atau Al-Hussien bin Ali r.a. Ketika itu Aqra’ bin Habis At-Tamimy sedang berada di rumah baginda. Berkata Aqra’: “Ya Rasulullah! Aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium seorang pun daripada mereka.” Rasulullah melihat kepada Aqra’ kemudian berkata: “Siapa yang tidak mengasihi tidak akan dikasihi.”
(Maksud Al-Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim)


7. Kesilapan ketujuh: Penampilan diri yang kurang anggun dan kurang kemas

* Ibu bapa tidak menunjukkan cara berpakaian yang kemas dan yang menepati syarak bila berada di rumah, iaitu berpakaian secara selekeh atau berpakaian seksi di hadapan anak-anak.


8. Kesilapan kelapan: Susunan rumahtangga yang tidak kemas


* Ini mengakibatkan anak-anak terikut-ikut dengan cara itu dan membesar menjadi pemalas dan selekeh.


9. Kesilapan kesembilan: Kurang menghidupkan sunnah di rumah

* Seperti memberi salam, makan berjemaah, beribadah bersama-sama dan sebagainya. Dalam menjawab salam, lazimkanlah menjawab salam dengan yang lebih baik dari salam yang diberi.


10. Kesilapan kesepuluh: Tidak menggantungkan rotan di tempat yang mudah dilihat oleh anak-anak

* Dalam Islam, merotan anak dengan tujuan mendidik adalah satu Sunnah.


11. Kesilapan kesebelas: Kurang mendedahkan anak-anak dengan model yang cemerlang


* Seperti para ulama’ dan orang-orang yang berhemah tinggi dan berakhlak mulia. Anak-anak juga patut didedahkan dengan sembahyang jemaah, kuliah agama dan aktiviti-aktivi yang bersesuaian dengan akhlak Islam.


12. Kesilapan keduabelas: Berrtengkar di depan anak-anak

* Ini akan menyebabkan anak-anak rasa tertekan dan membenci salah seorang dari ibu bapanya.


13. Kesilapan ketigabelas: Membenarkan orang yang tidak elok sahsiahnya masuk ke dalam rumah


* Samada dari kalangan sahabat sendiri ataupun sahabat anak-anak, kerana ini akan memberikan contoh yang tidak baik kepada anak-anak yang sedang membesar.


14. Kesilapan keempatbelas: Kurang mengawasi rancangan-rancangan yang ditonton

* Samada dari TV ataupun video. Pengawasan dalam hal ini adalah penting kerana kebanyakan rancangn dari media ini menonjolkan akhlak yang kurang baik seperti pergaulan bebas lelaki dan perempuan, pakaian yang tidak menepati syarak dan perbualan yang boleh merosakkan agama anak-anak.


15. Kesilapan kelimabelas: Terlalu bergantung kepada pembantu rumah untuk mendidik anak-anak

* Sebagai ibu bapa kitalah yang akan disoal di akhirat kelak akan anak-anak ini. Oleh itu adalah menjadi satu kepentingan kita untuk berusaha memastikan anak-anak terdidik dengan didikan Islam.
“Harta benda dan anak-anak kamu hanyalah menjadi ujian dan di sisi ALLAH ada pahala yang besar.”
(Al-Quran Surah At-Taghabun, 64:15)

Selasa, 27 September 2016

“Abang, doakan rumah tangga kita sampai syurga!”

Dia duduk menghadap laptop di hadapannya. Langsung tidak menghiraukan si dia yang tengah menonton televisyen – ceramah bersama Dato Masyitah. Siaran OASIS astro itu telah pun bertukar kepada Indahnya Iman yang bermaksud akan masuk waktu solat.

Tiba-tiba, si dia bangun dan memandang dia yang tengah khusyuk membelek laptop di hadapan.

“abang, maghrib dah nak masuk. Kita jemaah ya.” Si dia yang duduk di hadapan laptop itu senyap.

Tersentak sebenarnya. Mana pernah solat. Nak jadi imam?

Huh,lawak antarabangsa betul. Macam mana dia boleh kahwin dengan ustazah ini pun tak tahu lah. Salah abahlah ni, pandai-pandai nak tentukan jodoh orang. Cari yang stok tudung labuh pulak tu.

Okay,salah aku juga sebab pergi teguk kencing syaitan tu sapa suruh. Okay,salah aku lagi, angkut entah mana-mana perempuan untuk hiburan. Okay,salah lagi sebab selalu je aku balik lepas subuh sebab pergi kelab dan balik mabuk.
Okay, salah aku lagi, duit syarikat abah habis aku joli kan. Banyaknya salah aku.

Jadinya,abah kahwinkan aku dengan Siti Syahirah binti Hj. Amran ni. Bukan itu je, abah hantar aku dengan dia duduk dekat Kepala Batas, Pulau Pinang ni. Itu okay lagi, abah ambil kereta sport aku – dan aku kena guna kereta isteri aku ni. Abah suruh aku uruskan syarikat dia dekat ceruk ni. Nak enjoy pun tak boleh, sebab ini Pulau Pinang bukan Kuala Lumpur. Enjoylah aku dengan laptop ni. Baru sehari duduk rumah ni, aku dah nak gila. Belum seminggu lagi. Kalau sebulan? Huh.

“abang dengar tak?”. Macam cakap dengan laptop tu je.

“hm,saya sembahyang dekat surau.” Ek, macam mana ayat tu keluar. Huh,surau pun aku tak tahu dekat mana. Nak lari dari jadi imam sebenarnya.

“saya ikut. Jap saya siap.” Si isteri telah pun hilang di pandangan mata.

Aiman tersentak. Aduh,dia nak ikut pulak. Laptop di matikan. Dia duduk di sofa sementara menanti si isteri bersiap. Fikiran ligat memikir dekat mana surau?

“abang, dah siap.” Aiman memandang isterinya yang lengkap bertudung labuh saiz 60 dengan t-shirt muslimah dan seluar track-suit. Cantik!

“abang..?” Aiman tersedar.

“jom.” Kunci kereta di atas meja di capai.

“saya bawa kereta awak, tak kisah?” tanya Aiman ragu-ragu.

Syahirah senyum. “harta saya harta abang juga.”

Aiman hanya mengangguk. Dalam kereta – hanya dengar radio – hot fm refleksi.


Aiman dah tak tentu arah. Syahirah yang dari tadi perhatikan itu macam nak ketawa . Rasanya asyik ulang-ulang je jalan ni.

“abang,surau belok kiri tu.” Aiman hanya diam. Malu. Kereta di belokkan pada arah yang diberitahu isterinya. Mereka telah pun tiba di hadapan surau As-Syakirin. Aiman masih tidak mematikan enjin. Syahirah pun tidak keluar lagi dari kereta. Aiman melihat dirinya yang hanya ber-t-shirt dan seluar track-suit. Aduh,mana bawak kopiah ke? Songkok ke?

“err,Ira..” Syahirah menoleh. Mana ada orang pernah panggil dia Ira. Pertama kali dengar.

“ya?” “okay ke saya pakai macam ni? mana tahu kene halau ke nanti?” Syahirah senyum.

“jangan risau yang menilai itu Allah bukan manusia. Kalau niat kita kerana-NYA,insyaAllah. Pakaian abang ni dah okay dah ni.” Aiman terdiam. Tak pernah sebelum ini dia bercakap dengan orang masuk bab-bab agama.
“jom.” Ajak Syahirah. “hmm.” Enjin kereta di matikan.

***************
Malam itu Aiman duduk di ruang tamu menonton televisyen. Teringat tadi imam itu bagi ceramah tentang solat.

“solat itu tiang agama, kalau tak solat umpama kita meruntuhkan agama.”

Teringat diari isterinya yang dia jumpa tadi. Ter-baca.
– “saya nak suami yang soleh! Ya Allah makbulkan doa hamba.”

Aku tak adalah baik sangat. Kenapalah kau kahwin dengan aku. Kesian kau dapat aku jadi suami. Aku jahil agama! aku dah jauh terpesong! Seperti ada suara yang datang dalam fikirannya ‘tapi kau boleh berubah. Allah Maha Pengampun.!’ Televisyen di hadapannya itu di pandang kosong.

Berubah?

Teringat juga dia amaran abang iparnya. “aku bagi amaran dekat kau, jangan sesekali berani angkat tangan kau ni dekat adik aku, lagi, jangan pernah kau buat dia menangis.” Aiman hanya mendengar amaran keras Shahir sewaktu mereka berduaan di dalam kereta sebelum ke rumah mertuanya.

“..ingat! aku dapat tahu hidup adik aku sengsara, hidup kau jugak sengsara! Jangan kau buat perangai buruk kau tu . aku dapat tahu. Aku terus pergi Kepala Batas tu. Kau faham tak?” Aiman hanya mengangguk. Huh,garang!

Syahirah memandang suaminya yang duduk di sofa itu. Dia senyum. Dia ke belakang Aiman dan menutup mata Aiman dengan tangannya. “cuba teka ini siapa?” kata Syahirah dengan suara yang di buat-buat macam suara lelaki.

Aiman yang tengah berfikir itu terkejut tiba-tiba pandangannya gelap. Lama. Senyumnya terukir apabila mendengar suara Syahirah. “hmmm, Tom Cruise..” main-main Aiman.

“salah! Tom Cruise tak reti cakap melayu!” Aiman ketawa.

“hm,Hj. Amran.” Syahirah pula ketawa.

“salah! Hj.Amran dekat Johor.”

“ha! Tahu..tahu..Syah!” Syahirah kerut dahi.

“Syah mana?”

“Syahirah.” Aiman menarik tangan isterinya agar duduk di sebelahnya.

Cepat sungguh si Syahirah ni mesra. Ingat kan stok yang pendiam. Terkejut juga tiba-tiba si isteri ini nak beramah mesra tapi saudara-mara dia ada kata yang Syahirah ini jenis yang ceria dan dia pula jenis yang boleh je ‘masuk’.

“abang buat apa?”

“tak ada apa-apa. Saya nak tanya awaklah..”

“tanya apa?”

“er..kenapa awak terima lamaran abah untuk kahwin dengan saya?”

“sebab Allah.”

Aiman diam sebentar.

“tak faham.”

“saya buat solat istiharah. Minta petunjuk dari-Nya.” Aiman senyap. Rasanya tak ada apa yang hendak di katakan lagi. Sebak tiba-tiba.
****************

Seminggu berlalu….

“Abang,saya tak reti masak” kata Syahirah yang tengah bercekak pinggang di dapur itu.

Terkejut juga Aiman. Nak makan apa kalau isterinya ini tak reti masak – hari-hari makan kedai bankruplah. Dah lah abah tak bagi duit banyak. Nak berkata sesuatu tetapi tak terluah sebab teringat ayat dalam diari isterinya.

- “lelaki bising perempuan tak reti masak! Habis, kalau lelaki tak reti jadi imam itu!”

Walaupun ayat itu di tulis dalam diari dan bertarikh sebelum mereka bernikah lagi tetapi amat terkesan dalam hati Aiman.

“macam mana ni abang?” kata Syahirah sayu.

Aiman menggaru kepala. Tak tahu nak jawab apa. “tak apalah, lepas ni kita sama-sama belajar masak.”

“maaf ya abang..”

Aiman senyum. “tak apa.” Aiman keluar dari dapur.

Syahirah rasa bersalah. Itulah! Umi selalu suruh masuk dapur belajar masak. Buat malu je. Sedang Syahirah berfikir di bar dapur itu Aiman masuk dengan membawa laptop.

“abang nak buat apa bawa laptop ke dapur?”

“belajar masak guna internet.” Aiman senyum dan mengangkat kening.
.
Syahirah senyum. “huish masin.” Komen Syahirah.

Aiman mengambil gulai di hadapan isterinya itu. “abangkan yang masak ni.” Kata Syahirah lagi. Aiman rasa dan ketawa.

“okay lah ni. ha,awak punya sayur campur ni tawar! Tak rasa apa-apa..” komen Aiman pula.

“okay apa..”

“is okay. Gulai itu banyak garam, sayur awak tak rasa apa-apa. Campur je semua. Gulai sayur.”
“boleh ke macam itu?”

“boleh je.”

“okay..”

“dah makan cepat. Nanti tak sempat nak siap pergi surau.” Aiman langsung tak sedar apa yang dia cakap.

Ajak orang pergi surau? Ajak isterinya?

Huh, sejak bila jadi geng surau ni? Syahirah senyum. Dah ada perubahanlah abah!
*************

“ustaz.” Panggil Aiman pada insan yang baru selesai mengimami solat Maghrib itu.

Ustaz itu menoleh. “ya?”

“saya nak…”

“nak apa?”

Aiman malu untuk berkata. Tapi sedaya upaya dia cuba luahkan.

“anak nak apa?”

“saya nak belajar agama.” Terluah juga.

Ustaz itu senyum.

“mari.” Selesai solat Isyak tadi Syahirah terus keluar dari surau. Lama dia menunggu Aiman di kereta.
.
Senyum terukir apabila melihat Aiman menghampiri bersama seorang lelaki separuh umur.

“ustaz kenalkan isteri saya.” Aiman kenalkan Syahirah pada lelaki itu. Syahirah hanya senyum dan mengangguk.

“baguslah. Muda-muda kahwin sama-sama pergi surau.” Aiman sentak. Walau apapun senyum paksa di beri.

“Alhamdulillah ustaz, Allah beri suami yang soleh macam Aiman ni.” kata-kata Syahirah membuatkan Aiman terdiam.

“Alhamdulillah, semoga kalian berbahagia hingga ke syurga.”

“terima kasih ustaz.” Aiman bersuara. Ustaz itu menepuk bahu Aiman.

“baiklah, saya balik dulu. Assalammualaikum.”

“waalaikumsalam.” Jawab Syahirah dan Aiman serentak.
*****************

Aiman duduk di birai katil dengan mata memandang Syahirah yang tengah mengemas bajunya ke dalam bagasi.

“lamanya abang pergi..” Aiman tersedar.

“hmm,seminggu je.”

Ya,dia kata dengan Syahirah ada urusan kerja sebenarnya dia mahu ke pondok agama untuk belajar agama dengan ustaz yang dia jumpa sewaktu di surau kelmarin.

Rasanya dia perlu berubah. Sampai bila dia nak mengelak untuk menjadi imam dalam keluarganya. Sampai bila dia nak terus jahil. Sampai bila dia nak membiarkan isterinya keseorangan tanpa bimbingan seorang suami. Sampai bila dia nak terus hipoktrik mengikut Syahirah ke surau tetapi tak tahu apa-apa. Sudah tiba waktunya dia berubah.!

“seminggu tu lama tauu..” lirih Syahirah.

“pejam celik- pejam celik sekejap je tu..”

“kalau pejam tak celik- celik?” tersentak Aiman apabila mendengar ucapan isterinya itu. Sudah, rasa berat pula dia nak tinggalkan si Syahirah ni. Aiman memandang Syahirah.

“apa awak cakap ni..” lembut dan ada nada risau di situ.

Syahirah ketawa halus. “gurau je lah. Abang ni cepat betul sentap.”

Aiman diam. “tak yah lah kemas beriya-iya. Nanti yang lain saya kemas.”

Isterinya tarik muncung. “tak mau lah, nanti kurang pahala.”
.
Sudah dua hari Aiman di pondok agama itu. Memang air matanya di situ asyik mengalir sahaja. Teringat dosa lampau yang pernah di buat. Ya Allah… banyaknya dosa hamba. Selesai solat berjemaah dengan rakan-rakan di pondok, dia menelefon isterinya. Salam berbalas.

“awak sihat?” Aiman duduk di tangga surau papan itu.

Syahirah bersuara riang. “Alhamdulillah sihat. Abang tak rindu saya ke? Dah masuk hari kedua baru nak call? Abang tahu tak saya bosan duduk rumah sorang-sorang? Saya dah dua hari tak sembahyang jemaah tau? ” Aiman hanya senyum mendengar coleteh si isteri.

“..ha, lagi satu abah kata abang mana ada kerja luar, baik abang cakap abang pergi mana?” tiba-tiba suara Syahirah bertukar sebak. “..saya tahu,saya bukan sapa-sapa dekat abang, tapi tak patut abang tipu saya..” air mata Syahirah mengalir.

Aiman terdiam. Syahirah juga diam. Terkejut Aiman tiba-tiba terdengar esakkan. “awak nangis ke?” Diam lagi.

“awak, saya…”

Syahirah memintas. “tak apa. Saya faham.” Air matanya di seka.

“ abang sihat tak?”

“Alhamdulillah sihat.” Diam.

“Abang jangan lupa sebelum tidur baca surah Al-Mulk” pesan Syahirah.

“baik sayang.” Terdiam Syahirah.

Aiman senyum je. “lagi?”

“er..abang jangan lupa baca doa tidur sebelum tidur..” Aiman ketawa.

“next?” “..kalau terjaga pukul dua tiga pagi, solat tahajut..” Aiman hanya mengangguk.
“lagi?”

“..selalu beristigfar”

“okay. Lagi?”

“..ingat Allah dalam setiap perbuatan.”

“alright, next?”

“sentiasa berselawat.”

“okay.”

“abang ni last.”

“apa dia tu?” soal Aiman lembut.
“doakan rumah tangga kita sampai syurga.” Aiman senyap sekejap.
“sure.”
***************

Dari jauh Aiman telah nampak senyuman isterinya di hadapan pintu. Selesai membayar tambang teksi Aiman mengheret bagasi berodanya. Syahirah telah pun keluar menyambutnya siap bertudung. Mereka bersalaman.

“Assalammualaikum,awak.” Sapa Aiman.

“waalaikumsalam,abang.” Nada ceria. Syahirah bersalaman dengan Aiman. Terpegun juga dia melihat Aiman yang hanya bert-shirt kolar dan berseluar slack serta berkopiah (mungkin Aiman tak perasan).

Wajah Aiman seolah ada sinar keimanan. Sangat tenang! Aiman perasan isterinya memerhatikannya.
“er,,awak pandang apa?” Syahirah tersentak.
“eh, tak.. abang nampak lain.”
“apa yang lain?” Aiman memandang dirinya dan baru perasan akan kopiah di kepalanya.
“oh..” jawab Aiman dan menarik kopiahnya.

“jom masuk.” Mereka beriringan ke ruang tamu. Aiman telah pun duduk di sofa sementara Syahirah pergi membuat air di dapur. Mata Aiman menebar ke seluruh ruang tamu. Kemas dan bersih.

Walaupun rumah itu kecil tetapi sangat selesa. Entah. Dulu tinggal dekat villa abah tak pernah rasa selesa dan tenang.

“abang nah..” lembut Syahirah menghulurkan gelas itu pada suaminya.
Aiman menyambut. “thanks.”

“abang, nak tahu tak?” dia duduk bawah melutut depan Aiman yang duduk di sofa itu.

“hmm?” Aiman merenung Syahirah. Dia sudah faham dengan sikap Syahirah yang peramah dan banyak cakap ini. Kadang-kadang macam budak-budak.

“ada sinetron baru tau.” Berkerut dahi Aiman.

“oh, apa benda tu?”

“apalah abang ni. itu cerita drama bersiri Indonesia. Tajuknya cinta fitri.”

“oh..” gelas di letak di atas meja.

“kenapa dengan cerita tu?”

“best.” Syahirah senyum hingga nampak lesung pipitnya. Comel! Walaupun penat Aiman masih lagi melayan. “ apa yang best?”

“lagu.”

Ek.. “oh.. jalan cerita tak best.?” sungguh, ini baru pertama kali dalam hidup Aiman berbual mengenai drama Indonesia.

“best jugak tapi sedih.”

“kenapa?”

“entah. Abang nak dengar lagu tema cerita tu.?”

“lagu apa?”

“tajuknya Cinta Kita nyanyian Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar” Syahirah mengambil mp3nya di almari yang terletak di ruang tamu itu juga.
.
Aiman hanya memerhati.

“ .. haa, nah..” dia menghulurkan earphone pada Aiman.

“hm, awak ambil satu..” kata Aiman dan menghulurkan sebelah lagi pada isterinya. “..er..kita dengar sesama..” teragap-gagap Aiman. “ok.”

Ceria Syahirah menyambut earphone itu. Aiman menarik tangan Syahirah agar duduk di sebelahnya. Mudah untuk dengar mp3 itu.

- Inilah aku apa adanya Yang ingin membuatmu bahagia Maafkan bila ku tak sempurna Sesempurna cintaku padamu -

“saya baru download tadi..” Syahirah senyum. Aiman turut senyum.

Sungguh dia tak pernah buat benda luar alam untuk melayan lagu dari seberang. Ini cintaku apa adanya Yang ingin selalu di sampingmu Ku tahu semua tiada yg sempurna Di bawah kolong langit ini

“Abang kita jadikan lagu kita nak?” Aiman diam seketika.

Huh, lagu ni rasa macam nak nangis je Aiman dengar. Tak tahu kenapa.
“hmmm.”
- Jalan kita masih panjang Ku ingin kau selalu disini Biar cinta kita tumbuh harum mewangi Dan dunia menjadi saksinya Untuk apa kita membuang-buang waktu Dengan kata kata perpisahan -

Kedua-dua mereka melayan perasaan dengan lagu itu. Tanpa di sedari Aiman telah melatakkan tangannya di bahu sofa dan spontan menarik isterinya ke dalam pelukkannya. Khusyuk melayan lagu.

– Demi cinta kita aku akan menjaga Cinta kita yg telah kita bina Walau hari terus berganti hari lagi Cinta kita abadi selamanya… -

Aiman tersentak apabila terdengar azan. Pantas dia menarik earphone itu. Dia menoleh ke kiri. Syahirah dah tidur.

“eeerr.. awak…” Aiman cuba mengejutkan isterinya lagi.

“awak…bangun. Dah azan Asar ni..” Syahirah bangun dengan mengosok matanya.

“abang saya ABC la. Abang solat lah..” Aiman pelik. Apa benda pula dia nak ABC ni.

“awak, dah Asar. Kalau nak makan ABC jap lagi kita keluar.” Syahirah memandang Aiman.

“Allah Bagi Cuti. Sakit perempuan.” Aiman teragak-agak.

“oh.. haa. Okay. Saya solat dulu.”
Aiman telah pun bangun untuk menuju ke bilik.

“abang.”

Langkah Aiman mati. Dia menoleh.

“doakan rumah tangga kita sampai syurga.” Syahirah senyum dan gaya menadah tangan.
“sure.”
*************

“abang, saya nak cari buku masak..” Aiman hanya mengangguk dengan tangannya yang ada dua beg kertas barang yang dia beli dan Syahirah beli tadi.

“..nanti jumpa abang dekat kaunter lah.” Kata Syahirah lagi dan terus berlalu. Aiman hanya senyum dan menghantar dengan pandangan mata. Aiman berjalan ke buku-buku Islamik. Terdetik hatinya tafsir Al-Quran. Aiman pergi ke kaunter pertanyaan dalam kedai buku itu.

“ada boleh saya bantu encik?”

“hm, ada tafsir tak? Hmm.tafsir Al-Quran?”

“maaf encik tiada stok.” Aiman senyum paksa.

“okay. Thanks.” Kenapa tiba-tiba rasa sebak ni.

Tiba-tiba, Syahirah datang.

“ abang tak beli apa-apa?”

“tak. Awak dah jumpa buku?” Syahirah senyum dan menunjukkan buku itu pada Aiman.

“tadaaa… nanti kita try dekat rumah ok?”

“okay.” Aiman membayar buku itu. Sewaktu mereka telah keluar dari kedai buku itu. Pekerja kedai buku itu berbisik.

“wah,romantiknya mereka!”

“tahu tak apa. untungkan wanita itu dapat suami yang punya lah handsome dan baik!”

“mana kau tahu baik?”

“tadi dia nak beli tafsir Al-Quran.”

“oh, memang padanlah. Perempuan itu pun alim je.”

“sweet kan. Suami dia just pakai t-shirt berkolar dan seluar slack, isterinya just pakai baju kurung dengan tudung labuh. Baju dorang warna match. Jalan pegang tangan”

“superb! Romantic!”

“kan Allah S.W.T telah berfirman, “Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik.” (an-Nur’:26)
“betul-betul.”
**************

Aiman sibuk membuat kerjanya di ruang tamu. Lama dia bercuti selepas pergi ke pondok hari itu. Justeru, banyak kerja yang perlu di lakukan.

“abang..” sapa Syahirah manja.

Aiman senyum. “kenapa?”

“nah..” Syahirah menunjukkan sesuatu pada Aiman. Aiman mengambil dan berfikir.

“birthday saya rasanya belum lagi..”

“abang buka lah dulu. Saya dah ngantok. Jangan tidur lewat-lewat tau. Nanti dah masuk bilik tolong perlahankan air-cond. Nite abang. Assalammualaikum.” Syahirah nampak penat. Mana tidaknya sehari suntuk berjalan.

Setelah Syahirah masuk ke bilik. Perlahan-lahan Aiman membuka balutan itu.

“subhanaALLAH, tafsir Al-Quran..” terasa macam nak mengalir air mata Aiman. ‘Al-Quran, the love letter from Allah’ – isterimu. Aiman turn off laptopnya. Kertas-kertas yang bertaburan di perkemaskan. Setelah selesai berkemas bahan-bahan kerjanya Aiman mengambil tafsir itu dan masuk ke bilik. Samar-samar. Hanya lampu di sisi katil sahaja yang menyala. Dia lihat Syahirah sudah lena tidur.

Mungkin penat sangat. Aiman senyum. Dia meletakkan tafsir itu di atas meja make-up. Seluar di lipat. Aiman menuju ke tandas. Dia perlu melakukan sujud syukur kerana dia memang beriya-iya hendakkan tafsir Al-Quran itu. sewaktu pekerja kedai itu mengatakan sudah habis stok dia seakan kecewa teramat, entah. Tidak tahu kenapa perasaan itu timbul. Sungguhlah kemanisan iman itu sungguh manis.
*****************

“Aiman!! Kamu nak jadi apa ha ni!” tengking Dato Rahimi merangkap abahnya. Aiman hanya tunduk. Sejak menjadi suami Syahirah dia banyak sangat mendiamkan diri. Dia tak banyak cakap.

Selepas pulang dari pondok agama hari dia tak cepat marah atau melenting.

“kamu dengar tak ni?! hari tu kamu pergi mana? Kamu buat hal lagi ya? ni akaun syarikat kenapa jatuh teruk ni!” Dato Rahimi mencampak fail itu di meja pejabat Aiman.

“abah, ekonomi dekat sini buat masa ini tak stabil..”

Dato Rahimi memandang sinis anaknya. “bukan kamu joli kan semua duit tu?”
“Abah..”

“dah! Abah tak tahu kamu buat macam mana, abah nak kamu settle kan semua bil-bil ni! “ Tercengang Aiman mana dia ada duit banyak tu.

“abah, saya tak da duit banyak tu.”

“abah tak peduli. Kamu buat apa yang patut!” Dato Rahimi terus keluar dari pejabat itu. Terduduk Aiman. Ya Allah…
.
tiba-tiba telefon Aiman berbunyi. Shahir. Ada apa abang iparnya ini telefon.

“Assalammualaikum.” Lemah Aiman menjawab.

“waalaikumsalam, weh Aiman. Kau balik rumah kau sekarang.!”

“er, kenapa along?”

“kau balik je!” Tersentap Aiman tatkala talian di matikan. Tak tahu pula dia yang abang iparnya ini datang Kepala Batas. Ada apa ya?

Aiman mengambil briefcasenya. Satu, satu masalah dia dapat. Laju Aiman memandu kereta isterinya itu. Hari ini Syahirah tak kerja cuti sekolah jadi dia pun cuti lah. Syahirah seorang ustazah yang mengajar subjek Sirah. Justeru, Syahirah menyuruhnya membawa kereta dia.

“Along.. tolonglah jangan buat kecoh dekat sini..” rayu Syahirah.

“eh, kau diam lah dik..” Aiman melangkah masuk ke rumah.

“Assalammualaikum.”

“hah, sampai pun kau..” Aiman menghulurkan tangan untuk bersalam dengan abang iparnya tetapi lelaki itu tidak melayannya. Aiman menarik kembali tangannya.

“kenapa along?”

“aku nak bawak Syahirah balik..” Sentap Aiman mendengar. Matanya memandang Syahirah yang telah pun berair mata.

“..ta..tapi kenapa?”

“kenapa kau tanya? Kau tahu tak? Aku pergi dapur, tak ada makanan langsung! Macam mana kau sara adik aku ha? Lepas tu, aku dengar syarikat kau dah muflis kan?!” herdik Syahir. Sebak Aiman dengar.

“along tak boleh buat macam ni..”

“apa tak bolehnya! Tak akan kau nak adik aku sara kau pulak! Aku ingatkan abi kahwinkan kau dengan dia kau dah berubah rupanya hampeh je.”

“along,kenapa along cakap macam tu?” Syahirah yang tadi berair mata membela Aiman.

“kau diam. Dah sekarang aku nak bawa dia balik dekat rumah keluarga kami!” Syahir menarik tangan Syahirah.

Syahirah sedaya upaya menarik kembali tangannya.

“saya tak akan pergi! Tempat seorang isteri di sisi suami!”

“hoi, Aiman. Baik kau izinkan. Tak akan kau nak biar isteri kau ni mati kebulur.!” Marah Syahir lagi.

Ya Allah, tabahkan hati hamba. Habis satu masalah di pejabat sekarang masalah isterinya pula. Betul juga apa yang abang iparnya cakap. Dia nak bagi makan apa dekat isterinya ini. Memang kali ini dia muflis tersangat!

“abang..tolong…” sayu Syahirah meminta pertolongan Aiman.

“saya izin..” sebak.

“..saya izinkan awak balik.”

Terus Syahir menarik adiknya keluar. Air mata Aiman jatuh juga. Mata di pejam.

“abang….” Teriak Syahirah sayu sempat menoleh Aiman yang membelakanginya. Aiman terduduk. Ya Allah beratnya dugaan-MU…
****************

Aiman baru selesai solat Maghrib. Sayu hatinya melihat rumahnya itu sunyi. Memang dia tidak ke surau. Rasa nak demam je. Puas dia memikirkan macam mana nak dapat duit nak selesaikan bil-bil nya. Sedang dia termenung di atas sejadah itu telefonnya berbunyi. Terus button hijau di tekan tanpa melihat nama pemanggil. Aiman terkejut mendengar esakkan di talian itu.

“awak..” Esakkan itu masih lagi berbunyi.

“Ira..awak..”

“sampai.. sampai hati abang..” Aiman senyap.

“saya buat macam ni agar awak senang…”

“tak ada istilah senang kalau saya kene tinggalkan abang sorang- sorang lalui kepayahan.”

“awak tak faham..” sayu Aiman jawab. Suara serak Syahirah berbicara lagi.

“abang… biarlah susah senang kita bersama.” Aiman senyap.

“abang,tolonglah abang. Saya nak jadi isteri yang solehah.” Aiman masih lagi senyap. Air matanya mengalir. Terharu dengan kata-kata isterinya. Di saat semua orang menyalahkannya tapi Syahirah tidak.

“abang…tolong jangan senyap macam ni.. saya bersalah sangat ni..”

“sayang tak perlu rasa bersalah.” Terdiam Syahirah. Ya Allah….

“abang, cuba tengok kertas yang saya tampal dekat meja study saya itu..” Aiman bangun dan menuju ke meja tempat isterinya melakukan kerja- kerja.

“cuba abang baca..”

Rasulullah saw. bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada Mukmin yang lemah. Segala sesuatunya lebih baik. Tampakanlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Allah dan janganlah engkau menjadi tak berdaya.” (Muslim)

Aiman beristigfar. Mata di pejamkan seketika.

“sayang..abang betul-betul tak kuat..” buat pertama kalinya kalimah abang itu terluah juga.

“abang, tolonglah. Saya nak berada di samping abang saat susah dan senang.”

“tapi abang tak kuat nak berhadapan dengan along dan semua orang.” “abang, along hanya insan biasa. Abang ada kuasa untuk membawa saya kembali.…” Aiman hanya diam.

“istikharahlah abang, minta petunjuk-NYA…. Assalammualaikum.” Syahirah dah tak sanggup nak berbicara lagi. Talian di matikan. Aiman menarik nafasnya. YA ALLAH……
***************
Nasihat Nabi s.a.w kepada Ali r.a Wahai Ali, bagi orang ‘ALIM itu ada 3 tanda-tandanya:
1) Jujur dalam berkata-kata.
2) Menjauhi segala yang haram.
3) Merendahkan diri.
Wahai Ali, bagi orang yang JUJUR itu ada 3 tanda-tandanya:
1) Merahsiakan ibadahnya
2) Merahsiakan sedekahnya.
3) Merahsiakan ujian yang menimpanya.
Wahai Ali, bagi orang yang TAKWA itu ada 3 tanda-tandanya:
1) Takut berlaku dusta dan keji.
2) Menjauhi kejahatan.
3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.
Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda-tandanya:
1) Mengawasi dirinya.
2) Menghisab dirinya.
3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s.w.t.

“Assalammualaikum..” Aiman menoleh.

“waalaikumsalam, eh ustaz.” Mereka bersalaman. Ustaz itu senyum.

“baca artikel apa itu?”

“Nasihat Rasulullah pada Ali.”

“oh, Alhamdulillah. Dari tadi ustaz nampak kamu duduk sini. Tak balik?” Aiman senyum.

“tenang duduk dekat masjid ni.”

“Dah nak masuk Maghrib ni, isteri kamu tak ikut?” Aiman sentap.

“hm,dia balik kampung.”

“oh..eh, ustaz nak pergi toilet sekejap. Kamu bacalah buku ini dulu.”

Aiman menyambut lembut buku nota kecil itu. Tangannya menyelak muka surat pertama.

Yakin pada Allah bukanlah mengharap terkabulnya segala harapan, Yakin pada Allah adalah meletakkan keredhaan pada ketentuan-Nya, Rasa bahagia dengan ujian walaupun perit, Air mata yg menitis terasa bernilai buat menyiram api neraka, Indahnya tarbiah Allah,tersiram rahmat dan hikmah, Diuji kita sebagai tanda sayang-Nya….

Terkedu Aiman. Ya Allah… Telah dua hari dia tidak berjumpa dengan isterinya. Tipu kalau dia kata dia tak rindu pada wanita yang banyak mengubah hidupnya itu. Memang perit sangat dia rasa. Urusan syarikat pula berkerja keras dia agar dapat projek untuk membayar semua bil-bil syarikatnya. Abah memang dah tak nak tolongnya. Yelah, dulu banyak kali abah tolong, tapi dia yang mensia-siakan. Tapi itu dulu… sekarang lain…
.

Assalammualaikum, abang dah makan? – Syahirah.

Aiman membaca message itu dan senyum. Dia tahu Syahirah tidak mahu bercakap voice to voice dengannya. Merajuk tapi still tanya khabar melalui pesanan ringkas (sms). Comel je isterinya itu merajuk.

Waalaikumussalam, Alhamdulillah sudah. – Aiman

Lepas beberapa minit.

Syarikat abang dah okay? – Syahirah.

Doakanlah ada projek yang masuk. – Aiman

Solat Dhuha lah abang. Solat itu membuka rezeki. insyaALLAH, kalau kita sabar berdoa dan berusaha Allah akan tolong. – Syahirah.

Aiman senyum membaca message itu. insyaALLAH. – Aiman.
*************

“Assalammualaikum, abi.” Aiman menelefon ayah mertuanya, Haji Amran.

“waalaikumsalam. Aiman, kenapa ni?” nada risau.

“abi,saya… saya..” tak terluah oleh kata-kata.

“Aiman, abi faham. Sekarang kamu buka email kamu. Abi ada hantar satu video. Kamu hayati dan kamu fikir lah baik-baik. Bersabar ya Aiman.”

“terima kasih abi.” Selepas salam berbalas. Talian di matikan. Syukur,abinya seorang yang memahami. Aiman membuka emailnya. Abinya agak moden kerana seorang dekan di sebuah university terkemuka di tanah air. Wajarlah, alongnya tak mahu adiknya Syahirah itu hidup melarat.

Matanya tertala pada email versi video itu. kamu hayati dan kamu renung2kan lah. Kesian, abi tengok Syahirah. Dia sangat memerlukan kamu. Air matanya jatuh lagi saat melihat video itu. Sungguh, dia hampir melepaskan tanggungjawabnya sebagai seorang suami.

Astarfiruallahalazim.
*************

Erat Syahirah memeluk suaminya saat Aiman masuk ke dalam rumah abinya tadi. Haji Amran hanya senyum melihat mereka.

“abang please.. jangan tinggalkan saya lagi..” esak Syahirah. Aiman yang terkedu itu mengesat air mata Syahirah.

“shhtt, abang dah datang ni. jangan nangis lagi ya.” mata mereka bertentangan. Syahirah mengangguk dan memandang abi dan uminya.

“jaga dia baik-baik Aiman.” Pesan Hj. Amran.

“terima kasih abi, umi..” sayu sahaja Aiman bercakap. Teringat nasihat abinya itu. Mujur alongnya ada conference dekat Seoul, Korea. Tak perlu dia berdebat dengan alongnya itu. Terima kasih Ya Allah, KAU permudahkan urusan ini.

“kami balik dulu abi, umi.” Aiman bersalaman dengan kedua mertuanya itu di turuti Syahirah.
“Assalammualaikum.”
“waalaikumsalam.”
.
“saya sayang abang.” Luah Syahirah sewaktu mereka dalam kereta perjalanan untuk pulang ke rumah. Aiman yang tengah memandu itu senyum.

“saya pun sayang awak juga.” Syahirah senyum senang.

“Ira…” panggil Aiman.

“ya?” Syahirah memandang suaminya yang tengah memandu itu. Aiman diam sekejap.

“thanks.”

“thanks untuk apa?”

“sebab awak saya dah banyak berubah.” Syahirah ketawa kecil.

“bukan saya lah tapi Allah. Allah yang ketuk pintu hati abang.”

“tapi kalau abang tak jumpa inspirasi hati abang ni, abang tak berubah..” kata Aiman. Syahirah senyum.

“saya hanya pengantara je. Semua itu telah tertulis di Luh Mahfuz.” Aiman mengangguk dengan mata yang masih lagi focus memandu.

“thanks lagi sekali.”

Dahi Syahirah berkerut. “untuk apa pula?”

“settlekan bil-bil syarikat tu..”

“kita suami isteri kene saling membantu.”

“mana Ira dapat wang banyak macam itu?” Syahirah senyap. Sebenarnya itu wang yang di kumpul sebelum kahwin lagi untuk dia menunaikan haji dan untuk kos perubatan barah hatinya yang dia rahsiakan daripada abi,umi dan along . Dia bersyukur Allah beri penyakit itu, dia rasa beruntung kerana dia akan sentiasa mengingati mati dan bertaubat atas setiap kesalahannya. Biarlah, hanya dia dan Allah yang tahu derita bahagia ini. Aiman memandang Syahirah sekilas.

“sayang..mana awak dapat wang banyak macam itu?” Syahirah terkelu.

“hm,rezeki Allah.”

“dari mana? Tak akan turun dari langit kot?” soal Aiman lembut.

“abang, jom kita makan dekat restoran tu, lapar pula rasanya.” Syahirah menunjuk ke arah sebuah retoran di sebelah kiri itu. Aiman terus lupa apa yang dia soal tadi. Kereta di belokkan. Sewaktu makan di restoran itu mereka bertukar cerita dan ketawa.
.
Tiba-tiba , Syahirah terbatuk. Aiman terkejut. Syahirah terkejut tangannya berdarah selepas dia menutup mulut tadi. Aiman terus menerpa ke arahnya.

“awak.” Terkelu lidah Aiman sewaktu melihat darah itu. Syahirah senyum.

“biasalah ni, panas tu yang berdarah tekak tu.”

“kita pergi klinik.” Syahirah dah pening.

“tak apa. Ni panas ni. Dah biasa.”

“no… nampak serious ni.” ujar Aiman yang melutut di sisi Syahirah yang duduk di kerusi itu. Syahirah ketawa perlahan yang di buat-buat.

“abang ni, panas je lah ni. saya nak pergi toilet jap.” Sedaya upaya Syahirah cuba melangkah. Kepalanya tiba-tiba berdenyut. Sakitnya Ya Allah. Aiman tak tahu nak buat apa. Hanya dengan pandangan dia menghantar isterinya itu.

Sebak tiba-tiba hatinya. Ya Allah, semoga semuanya baik-baik sahaja.
**************

“abang, bangun..” Syahirah menggerakkan Aiman di sebelahnya.

“..Encik Aiman, bangun..” kejut Syahirah lagi. Kenapa tak bergerak ni. Kuat Syahirah menggerakkan Aiman lagi.

“abang….abang.. bangun…” Aiman membuka matanya perlahan-lahan.

“hmm, kenapa sayang?”

“abang, jom buat qiamullai berjemaah. Kita tak pernah qiamullai berjemaah.” Aiman duduk menghadap Syahirah.

“dah pukul berapa?”

“hmm, 4.30 pagi.”
“jom.” Ajak Aiman. Kini, dia telah yakin untuk menjadi imam tidak sia-sia dia ke pondok agama hari itu.


“..sayang ambil wudhuk dulu..”
“okay.”
.

Sebelum turun dari katil sempat Syahirah mencium pipi Aiman. Terkejut juga Aiman.

“mimpi ke reliti ni?” seloroh Aiman dan memegang pipinya yang di cium tadi. Syahirah hanya ketawa halus dan masuk ke bilik air. Selesai berqiamullai dan membaca doa Aiman bersalaman dengan Syahirah.

“abang,saya nak minta maaf kalau saya ada terkasar bahasa dan menyakitkan hati abang.” Seperti biasa Syahirah akan sentiasa memohon kemaafan pada suaminya selepas solat.

“..halalkan semua makan minum.” Aiman menarik Syahirah dalam pelukkannya.

“abang pun nak minta maaf tersalah kata dan menyakitkan hati awak. Abang, minta halal juga semuanya ya.” dahi isterinya di cium.

“Allah makbulkan doa saya untuk dapat suami yang soleh.” Kata Syahirah dan senyum. Aiman hanya senyum.

“hm, nak ikut abang Subuh dekat surau tak?” Syahirah geleng.

“boleh ea abang. Saya nak sembahyang dekat rumah je. Letihlah.” Aiman mengangguk.


“oklah. Nanti abang belikan sarapan.”

“okay, saaaaayang abang !” lirih Syahirah dan senyum.

“sayang awak juga.”
************

Aiman memasukkan keretanya ke dalam porch rumah selepas pulang dari surau. Sebelum keluar dia mengambil plastik yang mengandungi dua bungkus nasi lemak. Aiman keluar dari kereta.

PRRRANGGGGG!!!!!!!!

Terkejut Aiman mendengar pinggan pecah. Terus dia berlari masuk ke rumah. Aiman ternampak kelibat dua orang berbaju hitam dan bertopeng. Pantas dia cuba mengejar dua makhluk yang pecah masuk rumahnya itu. Dia berlari ke dapur.

Terkejut Aiman sewaktu dia ke dapur. Darah berlimpahan. Isterinya.

“Sayang !!!!” jerit Aiman melihat Syahirah yang menahan sakit akibat di tikam dengan pisau. Aiman cuba mencari dua orang kelibat tadi, tapi malangnya ada orang telah menerkup mulutnya dengan kain yang mengandungi bahan kimia yang membuatkan Aiman tidak bernafas dan pengsan.
**********

Aiman terpisat-pisat bangun. Kepalanya seakan sakit. Sewaktu mata terbuka dia terdengar suara orang yang hendak masuk ke rumah. Matanya beralih ke kiri. Ya Allah.

“sayang..” Aiman memangku Syahirah yang lemah itu. Entah macam mana dia boleh memegang pisau. Aiman mencampakkan pisau itu.

“ha, ini tuan yang membunuhnya!” terkejut Aiman tatkala anggota polis masuk ke dalam rumahnya.

“bukan saya.”

“dah bawak dia. Cuba periksa nadi mangsa.” Tangan Aiman bergari.

“bukan saya!..” Aiman terkejut melihat abahnya juga turut di disitu.

“Abah! Bukan Aiman!!! Abah!!” anggota polis itu membawa Aiman keluar rumah. Abahnya hanya menggeleng dengan air mata berlinangan.

“kalau kamu tak suka dia pun janganlah sampai macam ni…” sayu abahnya berbicara.

“bukan Aiman bah!!” Sewaktu keluar. Memang dah ramai orang di luar rumahnya. Aiman memandang abi,umi dan alongnya.

“abi, bukan saya, umi!!” meronta-ronta Aiman.

“sedangkan orang gila tak mengaku dia gila, inikan kau yang waras nak mengaku kau bunuh adik aku!” herdik abang iparnya yang mata merah mungkin sebab menangis. Aiman cuba meronta.

“bukan saya! Abi!! Umi!! Percaya saya..”

“cepat bawa dia!” arah alongnya.

Ya Allah dugaan apa yang KAU berikan ini. Ya Allah izinkan hamba dapat berjumpa dengan isteri hamba. Ya Allah…………. Semoga dia selamat. Air mata Aiman jatuh tika pandangan rumahnya makin hilang. Sayang… Bantu hamba Ya Allah………
*************

Haji Amran melawat menantunya di penjara.

“abi..percayalah saya..” Haji Amran senyum.

“sabar Aiman, kebenaran akan terungkap, bersabarlah..”

“abi, macam mana keadaan Syahirah?” Haji Amran senyap. Air matanya bergenang.

Sebak dadanya.

“abi kenapa dengan isteri saya?” Haji Amran hanya senyap dan senyum terpaksa.

“bersabarlah Aiman, berdoa banyak-banyak. Doa itu senjata muslim gunakan sebaik- baiknya.” Haji Amran bangun dari kerusi itu.

“abi, jawab saya abi. Syahirah macam mana?” mengalir air mata Aiman tatkala ayah mertuanya tidak menjawab soalan.

“abi, kene pergi dah ni. banyak-banyakkan bersabar. Ingat Allah sentiasa. Assalammualaikum.” Haji Amran terus keluar dari bilik itu. Lemah lutut Aiman mendengar kata-kata abinya itu.

Ya Allah, hamba tak kuat…..

“abang, cuba tengok kertas yang saya tampal dekat meja study saya itu..” Aiman bangun dan menuju ke meja tempat isterinya melakukan kerja- kerja.

“cuba abang baca..”

Rasulullah saw. bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada Mukmin yang lemah. Segala sesuatunya lebih baik. Tampakanlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Allah dan janganlah engkau menjadi tak berdaya.” (Muslim)

“Encik,saya nak sejadah dan tafsir Al-Quran..” kata Aiman pada warden yang menjaganya itu.

Alhamdulillah,sepanjang dia di penjara itu. warden-warden di ditu berlembut dengannya. Terima kasih Ya Allah, KAU melindungi aku. Aiman membuat solat sunnat. Selepas itu dia membaca Al-Quran.


‘Al-Quran, the love letter from Allah’ – isterimu.

Air matanya terus mengalir sewaktu membaca ayat-ayat suci itu. Basah tafsir itu dengan air matanya. Allah…

Belajar DIAM dari banyaknya BICARA Belajar SABAR dari sebuah KEMARAHAN Belajar KESUSAHAN dari hidup SENANG Belajar MENANGIS dari suatu KEBAHAGIAN Belajar KEIKHLASAN dari KEPEDIHAN Belajar TAWAKKAL dari UJIAN Belajar REDHA dari satu KETENTUAN..
***************

“Alhamdulillah.” Berulang-ulang ayat itu keluar dari mulutnya. Haji Amran hanya senyum melihat wajah menantunya itu.

“bebas juga saya abi..” kata Aiman.

“Alhamdulillah, Allah tunjuk kekuasaanNYA dengan anggota polis yang menemui kain yang menerkup kamu itu dan dompet perompak yang tercicir itu.” Aiman senyum. Terima kasih Ya Allah.

“abi, jom jumpa Syahirah.” Bicara Aiman ceria. Haji Amran tersentak. Dia hanya mengangguk. Aiman duduk di bahagian sebelah memandu. Abahnya telah berangkat ke umrah, sebagai tanda bersyukur Aiman tak bersalah. Aiman hanya senyum sepanjang jalan. Tak sabar hendak bertemu isterinya. Rindu. Hampir sebulan dia tak bertemu. Haji Amran berhenti di hospital.

Aiman terkejut. “abi, kenapa di sini?”

“turun dulu Aiman. Jom.” Ajak Haji Amran.

Aiman hanya menuruti. Sewaktu tiba di depan wad Aiman terkejut melihat ramai orang. Dia merenung dari luar sebuah bilik itu. Dia nampak abang iparnya dah duduk menangis. Dia nampak uminya tengah menangis. Dia nampak doctor.

Perlahan Aiman melangkah ke arah bilik itu.

“maaf, dia tak dapat di selamatkan.” Lemah lutut Aiman dengar. Bukan. Salah ni. Aiman menghampiri katil itu.

“barah hatinya dah kriktikal, effect. Dia tak dapat nak survive. Bersabarlah.”

Kaki Aiman hampir di tepi katil itu. Ya Allah… Air matanya cuba di tahan. Sakit! Dia lihat Syahirah baring tenang di atas katil itu. Aiman mengangkat sedikit kepala isterinya itu dan di kucup dahi isterinya lembut. Selepas itu, kakinya sangat lemah.

Ya Allah beratnya ujian ni..

“TAK!!!!!” jerit Aiman dan terduduk. Dia menangis. Haji Amran menenangkan menantunya itu.

“sabar Aiman…bawa mengucap.”

“bukan Ira abi..bukan dia…” tangis Aiman. Haji Amran mengusap bahu Aiman.

“dah di tentukan ajalnya..” sebak Haji Amran.

“tak…tak…bukan dia..” sayu Aiman mengungkap. Sekali lagi dia memandang wajah jenazah isterinya itu.

Sakit. Ya Allah sakitnya rasa ini. Sakit sangat! Kenapa Ya Allah. Syahirah……….

Air mata lelakinya deras mengalir.
************

“lagu apa?”

“tajuknya Cinta Kita nyanyian Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar” Syahirah mengambil mp3nya di almari yang terletak di ruang tamu itu juga. Aiman hanya memerhati.

“ .. haa, nah..”dia menghulurkan earphone pada Aiman.

“hm, awak ambil satu..” kata Aiman dan menghulurkan sebelah lagi pada isterinya.

“..er..kita dengar sesama..” teragap-gagap Aiman.

“ok.” Ceria Syahirah menyambut earphone itu. Aiman menarik tangan Syahirah agar duduk di sebelahnya. Mudah untuk dengar mp3 itu.

“Abang kita jadikan lagu kita nak?” Aiman diam seketika. Huh, lagu ni rasa macam nak nangis je Aiman dengar. Tak tahu kenapa.

“hmmm.” kenapa harus begini…..

Aiman menutup buku agama yang di bacanya itu. Buku itu di letak di sisi katil. Pelipisnya di gosok. Ya Allah. Sedar tak sedar hampir masuk setahun setengah Syahirah pergi menemui Ilahi. Sungguh, hampir 5 bulan dia cuba kembali ke reality. Abah dan abinya puas meredhakan hatinya. Puas mereka menghantarnya berubat.Waktu itu, hanya tuhan sahaja yang tahu bertapa sedihnya dia kehilangan orang yang di sayangi dalam sekelip mata. Benarlah, ajal maut ketentuan tuhan.

Akhirnya, dia akur. Setiap hari tak pernah dia lupa untuk membacakan Yassin untuk isterinya. Isterinya yang solehah. Inspirasi Hatinya. Aiman turun dari katil dan keluar dari biliknya. Kini, dia kembali tinggal bersama abah dan mamanya di villa mereka.

“Aiman, nak pergi mana?” Dia senyum.

“ma..” Aiman menghampiri mamanya dan di cium tangan wanita itu.

“nak keluar.”

“pergi mana malam-malam ni?” soal abahnya pula. Aiman bersalaman dengan abahnya pula.

“hm, pergi masjid. Aiman pergi dulu. Assalammualaikum.”
“waalaikumsalam.”
**********

Aiman meletakkan kereta sportnya di hadapan masjid itu. Senyumnya terukir. Dia keluar dari kereta. Kaki melangkah masuk di pintu utama masjid. Setelah berwudhuk. Aiman melakukan solat sunnat masuk masjid. Setelah itu dia melakukan solat sunnat taubat dan solat sunnat yang lain. Selesai melakukan solat dia membaca Al-Quran pula.

“Assalammualaikum.” Sapa seorang lelaki separuh umur. Aiman memberhentikan bacaannya.

“waalaikumsalam.”

“anak musafir ke? Dah lewat malam ni.” Aiman senyum. Dia tahu dah hampir 12 tengah malam.

“saya ingat nak tidur sinilah pak cik.”

“oh, kalau begitu pak cik balik dulu lah ya.” Aiman mengangguk. Setelah hampir satu juzuk Aiman baca matanya sudah mahu terlelap. Aiman menyimpan semula Al-Quran itu ke rak. Sejadah di ambil untuk di jadikan bantal. Aiman membaringkan badannya.

“Abang jangan lupa sebelum tidur baca surah Al-Mulk” pesan Syahirah.

“baik sayang.” Terdiam Syahirah. Aiman senyum je.

“lagi?”

“er..abang jangan lupa baca doa tidur sebelum tidur..”

Aiman menadah tangannya untuk membaca doa tidur. Ya Allah, rindunya hamba pada dia. Air mata Aiman mengalir. Dia baring mengiring ke kanan. Mata cuba di lelapkan. Tiba-tiba, mata Aiman terpandang seseorang.

“Sayang..” Aiman bangun. Dia menghampiri Syahirah yang senyum memandangnya dengan siap bertelekung.

“sayang..” Aiman menggenggam tangan Syahirah.

“jangan tinggal abang lagi.” Tangan itu di kucup. Syahirah hanya senyum dan menarik tangan Aiman agar mengikutinya.
*************

Lemah lutut Dato Rahimi dan isterinya sewaktu mendapat berita itu. Cepat mereka bergegas ke masjid yang di katakan pemanggil itu.

“tu lah Dato. Malam tadi saya jumpa dia sebelum arwah meninggal. Dia kata nak tidur masjid. Saya ya kan je lah. Tak tahu pula saya yang ajalnya dah makin tiba.” Sebak Dato Rahimi mendengar.


“terkejut saya pagi tadi melihat dia tidur. Saya kejutkan dia untuk bangun Subuh tapi tak bergerak-gerak, tu saya suruh orang check nadi dia. Dia menemui Ilahi.”

Mengalir air mata isteri Dato Rahimi. Ya Allah, semoga roh anak kandung dan menantunya di bawah rahmat-MU. Al-Fatihah.

------------------------------------------------------

Assalammualaikum – alhamdulillah tamat juga. Kadang-kadang dalam hidup ini tak semua benda kita boleh dapat. Apa yang kita rancang terkadang tak sama dengan apa yang kita akan dapat. Untuk kisah ini, bagi Aiman satu pengakhiran yang baik sebab dia sempat mendekati dirinya dengan ALLAH, dia juga dalam keadaan yang bersih. Bagi kita? wallahualam, hidup mati ini tak tentu bila tapi ingatlah. Ianya pasti.

Permulaan hidup kita sangat indah di azan atau di iqamatkan. Ayat pertama yang kita dengar. Alangkah indahnya jikalau akhir hayat kita juga di akhiri dengan kalimah yang indah. Mari kita berusaha menjadi hamba yang baik. Ingat mati itu pasti syurga atau neraka yang menanti. wallahua’lam…

Credit: Artikel ini admin ambil dari Facebook Page; Indahnya Cinta Allah. Ada sesiapa tahu siapa penulis asalnya? Tolong maklumkan kepada kami untuk dikreditkan.. Terima Kasih:)

>>http://tinyurl.com/quranpower

Isnin, 26 September 2016

Kelebihan Bulan Muharram

1. Bulan Muharram ialah bulan pertama dalam kalendar hijriah.

2. Bulan Muharram adalah salah satu dari pada bulan-bulan Haram.

Allah berfirman, ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.

Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah: 36)

Nabi saw. bersabda, “Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan suci. Tiga bulan berturut-turut iaitu Zulkaedah, Zulhijjah dan Muharram. Dan satu bulan lagi adalah Rejab yang terletak antara Jamadil Akhir dan Sya’ban.” (HR Muslim no. 1679)

Bulan Haram yang dihormati itu ialah: Zulkaedah, Zulhijjah, Muharam dan Rejab.

Umat Islam dilarang berperang dan berbunuhan dalam bulan-bulan ini kecuali jika mereka diugut.

Larangan untuk melakukan maksiat adalah lebih keras dibanding bulan-bulan lain.

Abdullah Ibnu Abbas ra. mengatakan maksiat yang dilakukan di bulan haram adalah lebih besar dosanya dan amal baik yang dilakukan di bulan haram adalah lebih besar pahalanya. (Tafsir At-Thabari)

Al Allamah Ibnu Hajar menulis, telah meriwayatkan oleh Abi Daud bahawa Nabi (صلى الله عليه وسلم) memandubkan (yakni SUNAT) berpuasa di BULAN-BULAN HARAM .

Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda, "Puasa yang paling utama sesudah puasa bulan Ramadan ialah puasa di bulan Muharram". (HR Muslim no. 1163)

Ahad, 25 September 2016

Misteri Di sebalik Kasut Tumit Tinggi

Tapi ramai yang tak tahu.

Terdapat penyakit yang tersembunyi disebalik kasut tumit tinggi ini
. Kasut tumit direka untuk menolak dada ke depan dan punggung ke belakang sehingga spina terkeluar daripada kedudukan asalnya dan menimbulkan masalah kesihatan bukan sahaja kaki tetapi keseluruhan badan.

Jika memakai kasut tumit tinggi terlalu lama sangat akan menyebabkan kencing tidak lawas. masalah belakang dan tulang pinggul. Selain itu juga. boleh menyebabkan kesakitan pada rahang, leher dan kepala.


Isi yang nak highlightkan ialah “kasut tumit direka untuk menolak dada ke depan dan punggung ke belakang” ini yang menjadi misteri sebenarnya...adakah pereka kasut tumit tinggi ni sengaja mencipta kasut bertumit tinggi untuk memaksa perempuan menonjolkan payudara mereka dan menonggeng punggung semasa berjalan?? adakah ini satu konspirasi yahudi dan freemanson? sama-sama kita kaji dan fikir2kan.

Sabtu, 24 September 2016

Seks Waktu Pagi - Tips

Biasanya pasangan muda suami isteri lebih selesa melakukan hubungan intim pada sebelah malam , terutama di hari kerja. Padahal satu kajian mengatakan, seks di waktu pagi akan menimbulkan sensasi kenikmatan yang berbeza!

Lebih bersemangat

Lelaki biasanya ‘terbangun’ setelah tidur, ini bererti anda berdua boleh melakukan hubungan intim tanpa perlu melakukan pemanasan terlalu lama. Secara psikologi, anda juga semakin percaya diri dan bersemangat ketika mengetahui bahawa pasangan juga bersedia menerima ‘aksi’ anda bila -bila masa.

Lebih rileks

Bangun tidur adalah keadaan yang paling rileks bagi setiap orang, situasi ini sangat menguntungkan bagi pasangan suami isteri kerana akan lebih mudah mencapai orgasme. Selain itu, anda berdua belum sempat memikirkan hal-hal lain seperti pekerjaan ataupun masalah lainnya, sehingga hubungan seks pun lebih lancar.

Lebih berkualiti

Hubungan seks di waktu pagi, meskipun dengan waktu terbatas, dijamin hasilnya lebih berkualiti. Ini adalah kerana tubuh anda dan pasangan berada dalam keadaan yang paling fit sehingga kepuasan yang diperolehi pun semakin maksima.

Menjadi perangsang yang menyenangkan

Anda boleh menganggap ’serangan fajar’ ini sebagai perangsang. Semacam menu pembuka, untuk menantikan hidangan yang seterusnya di malam hari. Aksi di waktu pagi itu menjadi semacam perangsang membangkitkan ghairah seks anda.Seks pagi juga dapat menjadi pendorong agar anda lebih bersemangat menjalani aktiviti dan rutin sepanjang hari itu.

http://senicinta.my/tips-seksual-suami-isteri/seks-waktu-pagi/

Jumaat, 23 September 2016

Ketahui Perilaku Memalukan Wanita Di Malam Pertama

Malam pertama adalah detik yang paling mendebarkan dalam hidup sesorang gadis yang baru melangsungkan perkahwinan. Apatah lagi,jika perkahwinan tersebut diatur keluarga dan bukan atas dasar cinta. Pastinya, dia berasa begitu canggung dan malu lebih-lebih lagi apabila hanya berdua bersama pasangan di kamar beradu. Tambah membuatkan dada bergetar hebat apabila secara tiba-tiba menerima sentuhan luar biasa sebelum adegan seterusnya berlangsung.

Tanpa sebarang ilmu apatah lagi pengalaman ‘bersama’ perasaan ngeri pasti menyelubungi diri. Meskipun begitu, anda tidak boleh lari berhadapan dengan situasi berkenaan. Apa yang penting jangan sekali-kali melakukan sesuatu yang boleh memalukan diri sendiri. Perkara berikut mungkin secara tidak sengaja akan berlaku. Bagaimanapun, cuba sebaik mungkin untuk menghalangnya daripada berlaku. Untuk pengetahuan anda, berikut adalah empat perkara memalukan yang biasa dilakukan oleh wanita sewaktu ‘bercinta’.

1.Bau Miss V yang tidak menyenangkan
Anda pastinya pernah mendengar kata-kata lucu tentang alat kelamin berbau seperti ikan. Secara tidak langsung, anda turut bertanya kepada diri sendiri adakah Miss V anda berbau seperti itu? Apa yang pasti, meskipun tubuh sihat, namun masih mengeluarkan bau. Bau tersebut adalah hormon pheromenes anda. Percaya atau tidak, hormon tersebutlah yang menjadikan anda menarik di mata pasangan.

Menurut Pakar Psikoterapi yang juga merupakan penulis The Unofficial Guide to Dating Again, Dr.Tina Tessina, bau vagina akan semakin kuat apabila berlaku jangkitan kulat. Bagaimanapun sekiranya anda menjaga kebersihan dan kesihatan alat sulit, tiada apa yang perlu dibimbangkan. Malah, pasangan yang berhubungan intim bersama anda akan terbiasa dengan aroma semulajadi ini bahkan tidak mustahil jika ia juga mampu membuatkan pasangan untuk turn on ‘bersama’ anda.

2.Takut/geli saat diransang
Saat pertama kali disentuh pasangan, perasaan takut kepada kesakitan dan khuatir vagina tidak mampu menampung ukuran saiz penis ketika ereksi begitu menggerunkan. Rasa sakit sewaktu berhubungan intim biasanya terjadi disebabkan vagina wanita masih terlalu ketat untuk menerima penetrasi. Sebaiknya jangan memalukan diri sendiri dengan jeritan kecil atau tangisan anda.

Dalam situasi lain, rangsangan dari pasangan turut membuatkan wanita berasa geli dan mebuatkan wanita ketawa terkekek-kekek. Menurut penulis buku berjudul Because It Feels Good: A Women’s Guide to Sexual Pleasure and Satisfaction, Dr.Debby Herbenick, jangan biarkan situasi memalukan seperti ini terjadi. Ini kerana ia bakal membuatkan mood bercinta pasangan anda surut secara tiba-tiba. Sekiranya berasa geli, jangan malu untuk meminta kepada pasangan untuk memberi sentuhan lembut berbanding sentuhan ringan yang mampu memicu perasaan geli.

3.Buang ‘gas’ saat berhubungan intim
Perlakuan ini memang sangat memalukan. Bagaimanapun, berdasarkan kajian rata-rata wanita membuang ‘gas’ sebanyak 14 kali sehari. Menurut Dr Tina Tessina, wanita boleh membuang gas, sendawa atau ‘kentut vagina’ yang berlaku saat udara terperangkap di dalam vagina selamanya berlangsungnya hubungan intim.

Untuk mengelakkan kejadian tersebut berlaku, anda boleh mengambil inisiatif dengan mengelakkan makanan yang menagandungi gas sebelum ‘bercinta’ atau mengambil ubat anti gas. Bagi mengawal keadaan, tidak salah kiranya anda berusaha mencipta suasana lucu dan pastinya si dia akan ketawa. Secara tidak langsung, hubungan anda berdua semakin dekat.

4.Lampu dimatikan
Tidur dalam keadaan lampu terpasang atau tidak bergantung pada keselesaan setiap individu. Sekiranya anda lebih selesa berhubungan intim di dalam gelap, anda sebenarnya tidak sendirian. Ini kerana realitinya wanita kurang berkeyakinan saat pasangan melihatnya dalam keadaan tanpa seurat benang.

Bagaimanapun, apa yang melucukan menutur Dr.Debby Herbenick, kebanyakkan lelaki sebenarnya lebih gemar melihat pasangan tampil dalam keadaan tidak berbaju sehingga jelas memperlihatkan strech mark, selulit atau sebagainya di hadapan mereka. Tambahan pula, daya imaginasi mereka cukup hebat lebih-lebih lagi dalam perkara yang berkaitan tubuh wanita dan gaya hubungan intim.

Sebenarnya, berhubungan intim dalam keadaan lampu dimatikan bisa menurunkan kepuasan lelaki dalam ‘bercinta’. Bagi yang tidak biasa, cubalah manfaatkan cahaya lilin atau sebuah lampu tidur di kamar beradu anda. Dalam hal ini, cubalah untuk tidak memalukan diri anda sendiri dengan pengetahuan cetek mengenai kegemaran pasangan sewaktu ‘bercinta’.

Khamis, 22 September 2016

Pasal Bekerja

* Rajin Bercakap,Rajin Bekerja-BAGUS SEKALI


* Rajin Bekerja,Malas Bercakap-KENA BULI


* Malas Bekerja,Rajin Bercakap-WAYANG CINA


* Malas Bekerja,Malas Bercakap-TAK GUNA


* Malas Bekerja,Suka Mengadu-NYANYUK


* Malas Bekerja,Selalu Ponteng-BAIK BERHENTI


* Malas Bekerja,Suka Menyibuk-BAIK MATI

Rabu, 21 September 2016

23 Faktor-faktor yang menyebabkan kita menjadi pelupa

1. Melakukan maksiat dan banyak melakukan dosa
2. Selalu bersedih dan rungsing
3. Makan daun ketumbar
4. Makan buah dan makanan yang masam
5. Melihat kepada yang kena sula @ lambang salib
6. Membaca tulisan yang terdapat di kepok atau batu nisan kubur (Kecuali untuk mencari kubur orang tertentu)
7. Berjalan diantara unta-unta yang dirantai
8. Membuang serangga “Tuma” yang masih hidup ke tanah
9. Berbekam di lubang tengkok
10. Melihat kemaluan sendiri atau kemaluan orang lain (tanpa sebab)
11. Makan makanan dari sisa semut dan tikus
12. Makan kepala ikan
13. makan makanan yang sudah basi
14. Onani (Melancap)
15. Makan organ dalaman binatang seperti hati,limpa,hati,jantung,paru,perut dan sebagainya
16. Membiasakan diri makan berlebihan
17. Meminum air antara suapan makanan
18. Melihat najis ketika membuang air besar
19. Suka memakan makanan ringan
20. menghisap rokok,mengambil dadah dan meminum arak
21. banyak ketawa
22. banyak makan bawang merah
23. Makan makanan yang haram

Selasa, 20 September 2016

Lilit Benang Hitam Pada Budak Adalah Amalan Syirik

MENJADI kebiasaan atau kelaziman di kampung saya, apabila terdapat kanak-*kanak menghadapi masalah kesihatan khususnya yang kerap menangis lebih daripada biasa, dibawa kepada perawat, lalu tangannya diikat dengan benang hitam atau benang berwarna lain, dengan pelbagai warna sebagai ikhtiar untuk perlindungan daripada pelbagai gangguan. Apakah rawatan dan amalan seperti ini diharuskan oleh syarak?

SHAMSIAH ABU BAKAR
Jerantut

Jawapan dari Tuan Guru Dato’ Dr. Haron Din

Saya sendiri pernah melihat perbuatan seperti itu dan sudah banyak kali kanak-kanak yang pada tangannya dipakaikan benang dibawa kepada saya untuk dirawat, Saya dengan bahasa yang penuh diplomasi meminta supaya benang hitam atau sebagainya termasuk tangkal, hendaklah dibuang dahulu sebelum saya mengikhtiarkan rawatan.

Amalan dan kelaziman yang disebut dalam soalan tadi, sebenarnya berten*tangan dengan ajaran Islam. Banyak hadis yang memberi penjelasan, antaranya hadis yang bermaksud: “Uqbah Ibnu ‘Amir berkata, ‘Saya pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud, barang siapa yang meng*gantung tangkal (Damimah) maka Allah SWT tidak akan menyempurnakan hajat*nya dan barang siapa yang menggantung objek seperti kulit siput (Wada’ah), maka Allah tidak akan menenteramkannya.’”

Jelas daripada hadis ini Nabi s.a.w. melarang sebarang penggunaan tangkal. Tangkal dirujuk kepada benang, tali atau apa sahaja yang dipakai pada badan, untuk tujuan mendapat faedah yang diharamkan kepada orang yang memakainya.

Dalam hadis lain (mahfumnya ): Rasulullah s.a.w. telah lihat ada satu lilitan seperti gelang (halaqah) yang dipakai di tangan seorang lelaki, lalu baginda bertanya lelaki itu, ‘Apakah yang kamu pakai ini? “Lelaki itu menjawab, “Aku jadikannya sebagai pendinding atau pengadang diriku daripada sebarang kelemahan.”

“Lalu baginda bersabda kepadanya, ‘Sesungguhnya benda-benda seperti ini, tidak akan menambahkan kepada mu melainkan kelemahan jua, buanglah ia kerana sesungguhnya, sekiranya kamu mati dalam keadaan memakai benda seperti ini, kamu akan diserahkan kepada benda itu.” (Hadis riwayat ‘Imran bin Hussain dan Imam Ahmad Ibni Hambal).


Dalam hadis lain (mafhumnya): “Dan Abu Bashir al-Ansari meriwayatkan, pada suatu ketika beliau telah bersama dengan Rasulullah s.a.w. dalam satu perjalanan dengan menunggang unta, maka baginda melihat ada unta-unta yang dipakaikan tangkal kepada unta tersebut.

“Lalu baginda memerintahkan kepada kami, agar apa sahaja rantai, kalungan (qilaadah) yang terdapat pada mana-mana unta hendaklah dipotong dan dibuang.” (Hadis riwayat aI-Bukhari dan Muslim).

Sebab utama mengapa Nabi s.a.w. memerintah dilakukan demikian, sebab utamanya seperti yang disebut oleh Imam Ibnu Jauzi iaitu, orang-orang Arab mem*percayai bahawa dengan memakai tangkal pada unta, akan selamat daripada gangguan. Kepercayaan sedemikian boleh membawa kepada syirik, samalah dengan persoalan yang dikemukakan tadi.


Ingatlah bahawa dengan mengikat benang hitam pada lengan kanak-kanak, atau membuat tangkal dengan simpulan benang pelbagai warna dipakai di leher atau di pinggang kanak-kanak atau orang tua*-tua, atas kepercayaan ia boleh memberi manfaat kepada manusia, kesemuanya dilarang.

Terdapat dalam hadis lain Nabi saw. menyebut (mafhumnya): “Sesiapa yang mengikat simpulan benang lalu meniup kepada benang itu dan dipakai, maka dia telah syirik kepada Allah SWT.”

Oleh yang demikian maka eloklah dihentikan amalan-amalan seperti itu.

Wallahu’alam….

P/s: Ayat2 Al Quran banyak yg boleh diguna utk menghalau syaitan/jin

Isnin, 19 September 2016

Keajaiban Air Zam Zam

ZamZam water level is around 10.6 feet below the surface. It is the miracle of Allah that when Zam Zam was pumped continuously for more than 24 hours with a pumping rate of 8,000
liters per second, water level dropped to almost 44 feet below the surface,

BUT WHEN THE PUMPING WAS STOPPED,
the level immediately elevated again to 13 feet after 11 minutes.
8,000 liters per second means that 8,000 x 60 = 480,000 liters per minute
480,000 liters per minutes
means
that 480,000 x 60 = 28.8 Million liters per hour
And 28.8 Million liters per hour
means that 28,800,000 x 24 = 691.2 Million liters per day
So they pumped 690 Millions liters of ZamZam in 24 hours, but it was re-supplied in 11 minutes only.

There are 2 miracles here, the first that ZamZam was re- filled immediately, & the second is that Allah Holds the extra-ordinaril y powerful Aquifer for not throwing extra ZamZam out of the well, otherwise the world will SINK.

It is the translation of the word ZamZam, which means Stop !!!!!!!!!!!!
Stop !!!!!!!!!!!!!!! said by Hajirah Alaih As Salaam.

Zimam is an Arabic word, it is the rope / REIN attached to bridle or noseband & it is used / pulled to stop the running animal.

Zamzam water ♥ has no colour or smell, but it has a distinct taste.
By: Islamic knowledge

Ahad, 18 September 2016

25 Pesanan Lukmanul Hakim Kepada Anaknya

1. Hai anakku: ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam di dalamnya. Bila engkau ingin selamat, agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan SAMPAN yg bernama TAKWA, ISInya ialah IMAN dan LAYARnya adalah TAWAKKAL kepada ALLAH.

2. Orang-orang yang sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari ALLAH. Orang yang insaf dan sedar setelah menerima nasihat orang lain, dia akan sentiasa menerima kemulian dari ALLAH juga.

3. Hai anakku, orang yg merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kpd ALLAH, maka dia tawadduk kepada ALLAH, dia akan lebih dekat kepada ALLAH dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada ALLAH.

4. Hai anakku, seandainya ibubapamu marah kepadamu kerana kesilapan yang dilakukanmu, maka marahnya ibubapamu adalah bagaikan baja bagi tanam tanaman.

5. Jauhkan dirimu dari berhutang, kerana sesungguhnya berhutang itu boleh menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.

6. Dan selalulah berharap kepada ALLAH tentang sesuatu yg menyebabkan untuk tidak menderhakai ALLAH. Takutlah kepada ALLAH dengan sebenar-benar takut ( taqwa ), tentulah engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat ALLAH.

7. Hai anakku, seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya kerana tidak dipercayai orang dan seseorang yang telah rosak akhlaknya akan sentiasa banyak melamunkan hal- hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mahu mengerti.

8. Hai anakku, engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih berat lagi daripada semua itu, adalah bilamana engkau mempunyai tetangga (jiran) yang jahat.

9. Hai anakku, janganlah engkau mengirimkan orang yang bodoh sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak menjadi utusan.

10. Jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit sahaja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.

11. Hai anakku, bila engkau mempunyai dua pilihan, takziah orang mati atau hadir majlis perkahwinan, pilihlah utk menziarahi orang mati, sebab ianya akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedangkan menghadiri pesta perkahwinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi sahaja.

12. Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, kerana sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu adalah lebih baiknya bila makanan itu diberikan kepada anjing sahaja.

13. Hai anakku, janganlah engkau langsung menelan sahaja kerana manisnya barang dan janganlah langsung memuntahkan saja kerana pahitnya sesuatu barang itu, kerana manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kesengsaraan.

14. Makanlah makananmu bersama-sama dengan orang-orang yang taqwa dan bermusyawarahlah urusanmu dengan para alim ulamak dengan cara meminta nasihat dari mereka.

15. Hai anakku, bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu api, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih mahu menambahkannya.

16. Hai anakku, bilamana engkau mahu mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura-pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu, maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati-hatilah.

17. Selalulah baik tutur kata dan halus budi bahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang yang berharga.

18. Hai anakku, bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.

19. Jadikanlah dirimu dalam segala tingkahlaku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharapkan sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riya' yang akan mendatangkan cela pada dirimu.

20. Hai anakku, janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan oleh dunia saja kerana engkau diciptakan ALLAH bukanlah untuk dunia sahaja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya.

21. Hai anakku, usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata-kata yang busuk dan kotor serta kasar, kerana engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara, usahakanlah agar bicaramu mendatangkan manfaat bagi orang lain.

22. Hai anakku, janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan kerana sesuatu yang menggelikan, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu, janganlah mensia-siakan hartamu.

23. Barang siapa yang penyayang tentu akan disayangi, sesiapa yang pendiam akan selamat daripada berkata yang mengandungi racun, dan sesiapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari berkata kotor tentu akan menyesal.

24. Hai anakku, bergaul rapatlah dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya kerana sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya, hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata-katanya bagaikan tanah yang subur lalu disirami air hujan.

25. Hai anakku, ambillah harta dunia sekadar keperluanmu sahaja, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah kerana nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Janganlah engkau bertemankan dengan orang yang bersifat talam dua muka, kelak akan membinasakan dirimu.

Sabtu, 17 September 2016

Dikejar perogol

Ada dua orang gadis. Salah satu dari mereka cara berfikirnya Matematik (M)
dan yang satu lagi cara berfikirnya menggunakan Logikal (L). Mereka berdua
berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan jarak rumah mereka masih
agak jauh. Setelah beberapa lama mereka berjalan…

M : Adakah kamu perasan ada seorang lelaki yang sedang berjalan mengikuti
kita kira-kira sejak tigapuluh lapan setengah minit yang lalu? Saya kuatir
dia bermaksud jahat

L : Itu hal yang Logik. Dia ingin memperkosa kita.

M : Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti ini, dalam waktu 15 minit dia akan berhasil menangkap kita. Apa yang harus kita lakukan.

L : Hanya ada 1 cara logik yg harus kita lakukan, iaitu berjalan lebih cepat.

M : Itu tidak banyak membantu, macammana ni.

L : Tentu saja ia tidak membantu, Logiknya kalau kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepatkan jalannya.

M : Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap kita dalam waktu dua setengah minit…

L : Hanya ada satu langkah Logik yang harus kita lakukan.. Kamu ikut jalan yang ke kiri dan aku ikut jalan yang kekanan. sehingga dia tidak boleh mengikuti kita berdua dan hanya salah seorang yang diikuti olehnya.
Setelah kedua gadis itu berpisah.. Ternyata lelaki tadi mengikut langkah si gadis yang menggunakan logikal (L). Gadis matematik (M) tiba di rumah lebih dulu dan dia kuatir akan keselamatan sahabatnya.Tidak berapa lama Gadis Logik (L) datang.

M : Oh terima kasih Tuhan.. Sahabat saya tiba dengan selamat, Eh bagaimana
pengalamanmu diikut oleh lelaki tadi?

L : Setelah kita berpisah dia mengikuti aku
M : Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan kamu?
L : Sesuai dengan logik saya langsung lari sekuat tenaga dan lelaki itupun lari sekuat tenaga.
M : Dan… dan..
L : Sesuai dengan logik dia berhasil mendekati saya ditempat yang gelap…

M : Lalu.. Apa yang kamu lakukan?
L : Hanya ada satu logik yang dapat saya lakukan, iaitu mengangkat kain saya..

M : Oh… Lalu apa yang dilakukan lelaki tadi?
L : Sesuai dengan logik… Dia menurunkan seluarnya…
M : Oh tidak… Lalu apa yang terjadi kemudian?

L : Logik bukan, kalau gadis yang mengangkat kainnya larinya lebih cepat dari pada lelaki yang berlari sambil melorotkan seluarnya… So akhirnya aku terlepas dari lelaki itu.

MEDAL OF HONOR TO ALL MY FOLLOWERS. PLACE IT TO YOUR BLOG.TQ FOR YOUR SUPPORT.

WSB

PENAFIAN / DENIAL

B'jue Corner tidak bertanggungjawab terhadap sebarang kehilangan atau kerosakan yang dialami kerana menggunakan kandungan di dalam blog ini.

B'jue Corner irresponsible on any loss or damage undergone because use content in this blog.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...